Archives Agustus 2026

Breaking news kabar mawar hijau nasional Hal modus sang penolong tapi ujung ujung nya penipu juga ,k

 

BREAKING NEWS kABAR  NASIONAL
BRAVO MAWAR HIJAU NEWS
Nomor: 004/BMH-Press/IX/2026
Kediri, 31 September 2026

WASPADA! OKNUM INISIAL (T) CATUT NAMA BRAVO MAWAR HIJAU TIPU MILITARY & WARGA HINGGA 4 JUTA
Niat Baik Kami Dibelokkan Jadi Modus. Kami Kejar Sampai Tuntas Secara Hukum

KEDIRI – PEMALANG – JAKARTA | Bravo Mawar Hijau Nasional

*BRAVO MAWAR HIJAU* kembali memberikan peringatan keras kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Telah terjadi aksi penipuan yang mencatut nama besar KETUA BRAVO MAWAR HIJAU* oleh seorang oknum dengan *inisial (T) asal Pemalang, Jawa Tengah.

KRONOLOGI MODUS PENIPUAN:
1. Modus “Jasa Pencairan Dana
Oknum (T) menawarkan diri untuk membantu mencarikan anggaran sebesar Rp 100.000.000* dengan dalih kegiatan sosial atas nama BRAVO MAWAR HIJAU.
2. Ada “Jasa& Minta Transfer Bertahap
Korban diminta mentransfer uang jasa sebesar Rp 20.000.000  Awalnya diminta minta  transfer Rp 3.000.000 dan sudah di tf  dengan alasan ,biaya agar bisa jalan dan terealisasi,Setelah ditransfer, korban kembali dimintai Rp 1.000.000 Total kerugian Rp 4.000.000.
3. Bukti Palsu Untuk Membangun Kepercayaan
Untuk meyakinkan korban, oknum menunjukkan kwitansi dan meminjam KTP milik seorang Aparat TNI, sebagai “jaminan modus kepercayaan dgn memakai ktp TNI   Ini adalah bentuk penipuan berlapis yang sangat terstruktur.
4. Korban: Kalangan Military*
Bahkan seorang Aparat TNI pun menjadi sasaran. Ini bukti bahwa modus ini sangat berbahaya KITA PASTINYA TETAP USUT

ANALISA & SIKAP RESMI TEAM BRAVO MAWAR HIJAU:
Setelah dianalisa, ini adalah *modus gaya “bajingan”* – memperalat nama lembaga, memperalat orang, dan memperalat kepercayaan demi kepentingan pribadi.

*DEWAN PIMPINAN NASIONAL BRAVO MAWAR HIJAU MENYATAKAN:*
1. *OKNUM (T) BUKAN* pengurus, anggota, maupun utusan resmi BRAVO MAWAR HIJAU.
2. *MENGUTUK KERAS* dan *MENOLAK* segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan lembaga kami.
3. *KOMITMEN*: Kami akan *KEJAR SAMPAI UJUNG SEMUTPUN* secara hukum. Saat ini tim sedang mengumpulkan seluruh bukti dan akan segera melayangkan *DELK ADUAN ke POLRES* terdekat.
4. *HIMBAUAN*: Kepada seluruh masyarakat, khususnya rekan-rekan Military dan warga Papua. *JANGAN PERCAYA* jika ada yang mengatasnamakan BRAVO MAWAR HIJAU dan meminta sejumlah uang dengan dalih apapun.

*”Niat kami baik, ikhlas, dan taat aturan. Tapi jika ada yang menyalahgunakan untuk bikin susah orang, maka kami akan ratakan habis lewat jalur hukum. Cukup sampai di sini korbannya.”*
– _DEWAN PIMPINAN NASIONAL BRAVO MAWAR HIJAU_

*LAPORKAN SEGERA* jika ada kejadian serupa ke Humas Resmi BRAVO MAWAR HIJAU atau Kantor Polisi terdekat.

*#BreakingNews #WaspadaPenipuan #BravoMawarHijau #StopCatutNama #HukumTegas*

 

Breaking news kabar kediri sang pejuang rupiah mas tarno dari pemalang ,tak di lupakan jasa beliau

 

Breaking news kabar seputar kediri pejuang dari kab pemalang
TIM AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP BRAVO MAWAR HIJAU*
Nomor: 002/BMH-Press/VIII/2026
Tanggal: 29 Agustus 2026

“SANG PEJUANG MAS TARNO” DARI KEDIRI JADI DEWA PENOLONG UMAT: INSPIRASI DARI TIMUR JADI SEMANGAT NASIONAL*
*Salam Perjuangan Tiada Batas dari Pemalang untuk Kediri*

*KEDIRI – PEMALANG – JAKARTA* | Bravo Mawar Hijau

Kabar baik datang dari Bumi Panjalu, Kediri, Jawa Timur.

Di tengah kesulitan rakyat, muncul sosok yang menjadi harapan. Dialah *Sang Pejuang Mas Tarno*. Dengan komitmen dan ketulusan, beliau hadir meringankan beban umat. Segala urusan yang rumit menjadi dimudahkan, yang buntu menjadi ada jalan keluar.

Warga menyebutnya bukan karena pamrih, tapi karena ketulusan. *“Sebagai Dewa Penolong Umat Manusia”* – begitulah sebutan yang muncul dari mulut ke mulut. Bukan karena dituhankan, tapi karena aksi nyatanya benar-benar menolong orang yang membutuhkan.

#### *KOMITMEN TANPA BATAS*
Mas Tarno dikenal sebagai sosok yang peka terhadap keluhan rakyat kecil. Tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan golongan. Beliau hadir, mendengar, dan bertindak.

Semangat inilah yang kemudian menginspirasi lahirnya *“DEWAN PENOLONG DARI PENANG MAS TARNO”*. Sebuah simpul perjuangan kemanusiaan yang bertujuan memperluas kebaikan.

#### *SALAM DARI PEMALANG UNTUK KEDIRI*
Perjuangan Mas Tarno tidak hanya menggema di Kediri. Hingga ke Pemalang, Jawa Tengah, para pejuang ikut bersorak dan memberi dukungan.

*“Salam Pejuang dari Pemalang yang Luar Biasa. Salam Perjuangan Tiada Batas untuk Sang Pejuang Mas Tarno dari Kediri”*

Kami di BRAVO MAWAR HIJAU meyakini dan percaya, Indonesia butuh lebih banyak sosok seperti Mas Tarno. Sosok yang komitmen, yang tahu persis denyut nadi rakyat yang sedang butuh pertolongan.

#### *PERNYATAAN SIKAP*
BRAVO MAWAR HIJAU mengapresiasi setinggi-tingginya kepada *Sang Pejuang Mas Tarno* dan seluruh tim *Dewan Penolong Dari Penang*:
1. Teruslah menjadi pelita di tengah gelapnya kesulitan rakyat.
2. Jadikan ketulusan sebagai senjata utama dalam mengabdi.
3. Semoga setiap langkah dimudahkan Allah SWT dan menjadi ladang amal jariyah.

*“Jika satu orang saja bisa menolong banyak orang, maka Indonesia akan selamat. Dan Mas Tarno membuktikannya dari Kediri untuk Indonesia.”*

Hormat kami,
*KETUM BRAVO MAWAR HIJAU*

—
*#SangPejuangMasTarno #DewanPenolong #KediriBersatu #SalamPerjuangan #BravoMawarHijau #UntukUmatManusia*

 

Breaking news kabar penomena sejarah jawa papua munculya satria sejati pinayungan &kediri sejati pengayom hayati hijau indonesia

SEJARAH ALAM SEMESTA
SINERGI JAWA – PAPUA: DARI NIAT BISMILLAH HINGGA SEJARAH TERTULIS DAN TERSIRAT DI KOTA KEDIRI

*1. Judul Utama*
*Terlahirnya Sang Para Sutan Jawa – Papua*
_Pembuka Sejarah Baru Kerjasama, Manfaat, dan Persaudaraan di Kota Kediri_

*2. Latar Belakang*
Di tengah semangat persatuan Nusantara, pada 22 Agustus 2026 berkumpullah para sutan, tokoh, dan pewaris nilai dari dua ujung Indonesia: Tanah Jawa dan Tanah Papua.
Dari Jawa Tengah hadir utusan dari Tegal, Pemalang, dan Purbalingga. Dari Papua Barat hadir para tokoh yang membawa semangat timur.
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi. Ini adalah ikrar: *niat ikhlas, sabar, syahadat yang lurus, dan ilmu yang bermanfaat untuk sesama.*

*3. Pembukaan Sejarah*
*Hari / Tanggal*: Jumat, 22 Agustus 2026
*Tempat*: Green Surya Hotel, Kediri
*Makna*: Kediri dipilih sebagai kota pembuka sejarah. Di sinilah “Bismillah” diucapkan, sepakat tanpa dusta, untuk merajut sinergi, kerjasama, dan program-program yang membawa manfaat nyata.

Momen ini menjadi titik tolak. Green Surya Hotel menjadi saksi lahirnya komitmen bersama.

*4. Nilai Dasar yang Disepakati*
– *Niat*: Ikhlas karena Allah, Bismillah
– *Sikap*: Sabar, jujur, tidak ada dusta di antara kita
– *Tujuan*: Ilmu yang bermanfaat dan bisa dirasakan manfaatnya oleh orang lain
– *Gerak*: Sinergi, kerjasama yang baik, program nyata lintas daerah

*5. Jembatan Fenomena*
*Kamis, 27 Agustus 2026*
Dilanjutkan dengan “Penyambungan Fenomena” Kamar 607 – 257. Angka ini menjadi simbol penghubung energi, doa, dan niat antara Jawa dan Papua.
Sebuah tanda bahwa sejarah ini hidup, bergerak, dan menyambung dari satu ruang ke ruang lain.

6. Penutupan Sejarah*
*Hari / Tanggal*: Kamis, 27 Agustus 2026
*Tempat*: Hotel Penataran, Kediri
*Makna*: Di tempat yang sama-sama “ditatar” — dibuka dan ditutup — sejarah ini dikunci. Hotel Penataran menjadi saksi penutup, agar cerita ini utuh dan bisa dikenang sepanjang masa.

Penataran = tempat menata, tempat belajar, tempat menguatkan. Cocok sebagai akhir dari sebuah awal.

*7. Pesan Sejarah untuk Masa Depan*
Pertemuan Jawa – Papua di Kediri ini adalah bukti bahwa perbedaan wilayah tidak memisahkan niat baik.
Dari Green Surya ke Penataran, dari 22 Agustus ke 27 Agustus, telah lahir catatan baru: bahwa persaudaraan dibangun di atas 3 pilar — *Iman, Ilmu, dan Manfaat.*

Semoga program-program yang lahir dari kesepakatan ini menjadi jalan kebaikan untuk Jawa, untuk Papua, dan untuk Indonesia.

*8. Penutup Rilisan*
_Kediri, 27 Agustus 2026_
_Ditandatangani bersama oleh Para Sutan dan Tokoh Jawa – Papua_

Breaking news Bravo mawar hijau seputar Desa Datar kab pemalang hajatan demokrasi 5 tahun

Breaking news petutar kabar desa datar bravo mawar hijau Dpd pemalang

*Pilkades Desa Datar Harus Lahirkan Pemimpin yang Paham Krisis Iklim dan Sampah Desa*
_Pemerhati Lingkungan: Jangan Ulangi Kesalahan, Pilih Kepala Desa yang Punya Roadmap Hijau_

*Pemalang, 26 Agustus 2026* – Jelang hajatan demokrasi lima tahunan di Desa Datar, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, sorotan publik tidak hanya tertuju pada kelengkapan administrasi para bakal calon. Isu lingkungan hidup harus menjadi syarat mutlak dalam memilih pemimpin desa ke depan.

Hal tersebut disampaikan *Bravo Mawar Hijau*, jurnalis nasional sekaligus aktivis lingkungan hidup, saat meninjau dinamika pra-Pilkades di Desa Datar.

“Desa itu garda terdepan menghadapi dampak perubahan iklim. Banjir, longsor, krisis air bersih, dan tumpukan sampah plastik sudah di depan mata. Sayangnya, visi lingkungan masih sering dianggap pelengkap dalam kontestasi Pilkades,” ujar Bravo.

Ia mengapresiasi langkah proaktif para bakal calon seperti Sugeng Muna Paudan yang sudah mulai berkonsultasi ke panitia untuk memastikan administrasi tertib. Namun menurutnya, tertib administrasi harus diikuti tertib ekologi.

*Bravo menekankan 3 tuntutan kepada seluruh Bakal Calon Kades Desa Datar:*

1. *Transparansi Tata Kelola Sumber Daya*: Ada peta lahan kritis, mata air, dan hutan desa yang dijaga dari alih fungsi.
2. *Program Sampah Berbasis Masyarakat*: Tidak lagi membakar atau membuang ke sungai. Wajib ada bank sampah dan komposter di tiap RW.
3. *Anggaran Desa untuk Adaptasi Iklim*: Dana Desa harus dialokasikan untuk reboisasi, biopori, sumur resapan, dan energi terbarukan skala rumah tangga.

“Jangan sampai kita memilih pemimpin hanya karena pandai pidato. Tanya mereka: bagaimana rencana menangani erosi di lereng, bagaimana melindungi sumber air, dan bagaimana memutus rantai sampah plastik di warung-warung,” tegas Bravo.

Ia juga mendorong Panitia Pilkades Desa Datar untuk memasukkan aspek rekam jejak lingkungan sebagai bagian dari sosialisasi ke warga. Demokrasi desa yang sehat harus melahirkan pemimpin yang tidak hanya bersih administrasi, tapi juga bersih dari praktik merusak lingkungan.

“Kami sebagai pemerhati akan mengawal. Pilkades 2026 di Desa Datar bisa jadi contoh nasional: bahwa desa bisa maju tanpa merusak alamnya,” tutup Bravo.

*Narahubung Media:*
Bravo Mawar Hijau
Jurnalis Nasional | Aktivis Lingkungan Hidup
Email: [kontak media]082317723478

Breaking news kabar nasional munculnya sang sutan asal bugis sekarang di fak-fak papua barat

*FAKFAK —* Munculnya sosok tokoh asal Bugis yang menetap di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat. Ia dikenal dengan sebutan _Sang Sutan_, Pace Amir Bugis Pasolle, putra kelahiran Bugis yang kini mengabdi dan diangkat sebagai bagian dari masyarakat Fakfak.

Di tengah catatan panjang tahun-tahun sebelumnya yang diwarnai janji-janji dari pemerintah maupun pihak swasta yang tak kunjung ditepati, kehadiran Amir Bugis Pasolle membawa harapan baru. Tekadnya sederhana namun kuat: mendorong Fakfak Papua Barat melangkah lebih maju melalui kerja sama, sinergi, dan komitmen bersama.

Membangun dengan Ikhlas dan Kesabaran*

Dalam pertemuannya dengan warga, Pace Amir menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa berjalan jika hanya bertumpu pada satu pihak.

“Jadilah manusia yang bermanfaat untuk diri kita dan untuk orang lain,” ucapnya. Kalimat itu ia jadikan pegangan sekaligus pesan moral yang terus ia gaungkan.

Moto hidup yang ia bawa — _ikhlas, sabar, dan syahadat yang lurus_ — bukan sekadar slogan. Bagi Amir, tiga kata itu adalah fondasi untuk bekerja. Ikhlas dalam memberi, sabar dalam menghadapi proses, dan lurus dalam niat serta tindakan.

“Selama ini banyak yang datang membawa janji. Tahun ini saya niat sungguh-sungguh. Tidak muluk-muluk, tapi nyata dan bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sinergi Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat*

Amir menyoroti bahwa kemajuan Fakfak hanya bisa terjadi jika ada sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha swasta, tokoh adat, dan masyarakat. Ia menolak model pembangunan yang jalan sendiri-sendiri.

Menurutnya, kegagalan tahun-tahun kemarin bukan karena tidak ada dana atau program, melainkan karena kurangnya komitmen dan keberlanjutan.

“Kita butuh orang-orang yang kalau bicara ditepati. Kalau kerja, hasilnya untuk rakyat Fakfak. Bukan untuk pencitraan,” tegasnya.

Fokus ke depan yang ia dorong meliputi penguatan ekonomi lokal, pemberdayaan UMKM, pendidikan, serta menjaga kerukunan antar suku di Fakfak yang selama ini dikenal sebagai miniatur Indonesia Timur.

*Apresiasi Warga*

Langkah Sang Sutan ini mendapat sambutan positif. Sejumlah tokoh masyarakat Fakfak menilai kehadiran Amir membawa angin segar karena ia datang bukan membawa kepentingan pribadi, melainkan semangat pengabdian.

“Beliau ini Bugis, tapi hatinya sudah Fakfak. Kita butuh pemimpin dan tokoh seperti ini, yang acung jempol karena niatnya mulia,” kata salah satu warga.

Di tengah dinamika Papua Barat yang terus mencari wajah pembangunan yang inklusif, sosok Amir Bugis Pasolle menjadi contoh bahwa kemajuan daerah bisa dimulai dari niat tulus satu orang, lalu dirangkai menjadi gerakan bersama.

*Fakfak kini menatap ke depan.* Dengan semangat _ikhlas, sabar, dan syahadat lurus_, harapan agar Papua Barat, khususnya Fakfak, lebih maju, tidak lagi sekadar wacana. Salam indonesia lestari

Breaking news kabar mawar hijau nasional aduan orang tua korban tentang pemberangkatan kerja di warteg depok jadi masalah

Breaking news bravo mawar hijau nasional delik aduan orang tua korban warga tegal pendawa lebaksiu

*Diduga Makelar Inisial D Semena-mena Rekrut Pekerja Warteg Kharisma Depok, Orang Tua Ogah Anaknya Diberangkatkan Tanpa Izin*

*DEPOK, Mawar Hijau Nasional* – Praktik perekrutan tenaga kerja oleh makelar kembali mencuat. Seorang makelar pencari pekerja warteg berinisial *D* diduga merekrut calon pekerja untuk *Warteg Kharisma wilayah Depok* secara semena-mena, tanpa sepengetahuan dan izin orang tua.

Informasi yang dihimpun, calon pekerja yang hendak diberangkatkan tersebut masih di bawah umur. Pihak keluarga mengaku tidak pernah memberikan persetujuan, namun yang bersangkutan tetap “dipaksa” untuk diberangkatkan bekerja.

“Ini sudah keterlaluan. Anak kami belum cukup umur, belum minta izin ke kami, kok sudah mau diberangkatkan ke Depok,” ujar salah satu orang tua korban dengan nada kecewa, Selasa (20/8/2026).

*Diduga Langgar 3 Payung Hukum*

Praktik ini berpotensi melanggar sejumlah aturan ketenagakerjaan dan perlindungan anak:

1. *Pasal 68 dan Pasal 69 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan*
Pengusaha dilarang mempekerjakan anak. Bila mempekerjakan usia 13-15 tahun, wajib untuk pekerjaan ringan, maksimal 3 jam, dan harus ada izin tertulis dari orang tua/wali.
2. *Pasal 76I dan Pasal 88 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak*
Setiap orang dilarang mengeksploitasi anak secara ekonomi. Ancamannya pidana 10 tahun penjara dan denda Rp200 juta.
3. *Pasal 2 UU No. 21 Tahun 2007 tentang TPPO*
Perekrutan anak dengan tujuan eksploitasi termasuk Tindak Pidana Perdagangan Orang. Ancamannya 3-15 tahun penjara.

Aktivis perlindungan buruh menilai, modus makelar seperti ini memanfaatkan ketimpangan ekonomi keluarga di daerah. “Korban biasanya anak dari keluarga yang ingin cepat kerja. Makelar main jaring, tanpa prosedur, tanpa tanggung jawab,” katanya.

*Tuntutan: Usut dan Cabut Izin Makelar*

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pihak manajemen Warteg Kharisma pusat maupun cabang Depok terkait keterlibatan makelar D.

Orang tua korban dan warga mendesak *Disnaker Kota Depok dan Polres Metro Depok* segera mengusut tuntas. Mereka juga meminta Warteg Kharisma menertibkan jaringan rekrutmen agar tidak mencoreng nama perusahaan.

“Jangan sampai warteg sebesar ini kecolongan karena ulah oknum makelar. Anak-anak harusnya sekolah, bukan dikirim kerja tanpa restu orang tua,” tutup sumber.

Salam peduli masyarakat bravo mawar hijau nasional

Breaking news Bravo mawar hijau jateng & firma hukum sebagai kuasa warga tegal tentang aduan 9 bulan tidak di respon dan kejelasan ada apa di balik itu & wasidik siap klarifikasi

Breaking news Bravo mawar hijau jateng — Firma Hukum Suryo Kusumo melakukan klarifikasi resmi terkait aduan kliennya, Pa Daryanto, warga Desa Pendawa RT 0 RW 04, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Aduan tersebut sebelumnya telah dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, PPA, Polres Slawi, namun hingga 9 bulan belum mendapat tanggapan.

Klarifikasi ini menjadi langkah awal firma hukum untuk meminta kepastian hukum dan mendorong proses penanganan perkara berjalan sesuai prosedur.

*Kronologi Aduan*
Berdasarkan keterangan yang disampaikan tim Suryo Kusumo, Pa Daryanto telah melayangkan laporan ke PPA Polres Slawi sejak awal 2026. Hingga pertengahan Agustus 2026, belum ada panggilan, pemberitahuan perkembangan, maupun surat resmi dari penyidik terkait status aduan tersebut.

“Ini menyangkut hak warga untuk mendapatkan kepastian hukum. Jika sebuah laporan sudah masuk 9 bulan tanpa respon, maka kami berkewajiban untuk menanyakan dan menagih komitmen institusi,” ujar perwakilan dari Firma Hukum Suryo Kusumo saat melakukan koordinasi.

*Langkah Hukum Selanjutnya*
Firma Hukum Suryo Kusumo menyatakan akan menempuh beberapa langkah jika klarifikasi tidak direspon:

1. *Surat Klarifikasi dan Somasi*: Dilayangkan secara resmi ke Kapolres Tegal dan Kasat Reskrim Polres Slawi, dengan tembusan ke Polda Jawa Tengah.
2. *Pengaduan ke Propam dan Wasidik*: Untuk meminta evaluasi atas lambannya penanganan laporan di PPA Polres Slawi.
3. *Audiensi ke Ditreskrimum Polda Jateng*: Tim firma telah menyiapkan dokumen dan bukti pendukung. Foto dokumentasi kegiatan bahkan diambil di _Ruang Gelar Perkara dan Restorative Justice Ditreskrimum Polda Jawa Tengah_, Mugassari, Kec. Semarang Selatan, Kota Semarang, pada Selasa, 18/08/2026 pukul 12.53 WIB.

Ruangan tersebut selama ini digunakan untuk gelar perkara dan mediasi perkara pidana, sehingga dipilih sebagai simbol keseriusan firma dalam mendorong penyelesaian secara profesional dan transparan.

*Tuntutan Klien*
Pa Daryanto berharap laporannya segera diproses. Ia mengaku sudah menunggu 9 bulan hampir setahun tanpa kejelasan.

“Warga butuh rasa aman. Kalau lapor ke polisi tapi tidak ada jawaban, percuma ada simbol pelindung dan pemgayom masyarakat lalu harus kemana lagi,” kata salah satu kuasa hukum Suryo Kusumo menirukan pernyataan kliennya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PPA Polres Slawi belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan penanganan aduan tersebut.

Firma Hukum Suryo Kusumo menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kepastian hukum bagi kliennya, dan berharap institusi kepolisian dapat segera menindaklanjuti sesuai SOP dan Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI.salam indonesia lestri bravo mawar hijau jateng siap klarifikasi

Breaking news kabar seputar kecamatan pagerbarang & kekompakan forkopincam dalam gelar peringatan HUT -RI yang ke 81

BREAKING NEWS KABAR SEPUTAR KAB TEGAL
BRAVO MAWAR HIJAU KEGIATAN
FORKOPIMCAM PAGERBARANG KIBARKAN SEMANGAT KEMERDEKAAN: 850 ORANG SATU BARISAN DI HUT KE-81 RI*

*TEGAL, Bravo Mawar Hijau* – Di bawah langit kemerdekaan, Lapangan Desa Pagerbarang pagi ini berubah menjadi lautan merah putih. Ratusan warga, pelajar, dan aparat bersatu dalam satu komando: memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia dengan tema _“Berdaulat, Adil dan Makmur”_, Senin (17/8/2026).

Tepat pukul 08.00 WIB, dentuman aba-aba pembuka menggema. Inspektur Upacara Kapten Cpm Aries Kusbianto, Danramil 18/Pagerbarang, melangkah tegas memasuki lapangan. Di belakangnya, Forkopimcam lengkap hadir: Camat Pagerbarang Barik Muharman, M.M, Kapolsek AKP Sakmadi, para Kades, Kepala UPTD, hingga perwakilan ormas NU, Muhammadiyah, dan PP.

Sekitar 850 peserta berdiri tegak. Dari kursi tamu undangan Forkopimcam, barisan Korpri, Fatayat Muslimat, hingga pelajar SMA, SMP, dan mahasiswa. Tidak ada sekat. Semua satu nada menyanyikan Indonesia Raya.

Pengibaran bendera oleh Paskibra gabungan SMA N 1 dan MAN 2 Pagerbarang berlangsung sempurna. Diiringi paduan suara SMP N 2 dan dentuman drumband SMP N 1, suasana haru pecah saat sang saka Merah Putih naik perlahan ke puncak tiang.

“Ini bukan sekadar upacara. Ini adalah napas kebangsaan. Ketika TNI, Polri, pemerintah, dan rakyat berdiri dalam satu lapangan, disitulah kedaulatan benar-benar hidup,” tegas Kapten Aries dalam amanatnya.

Kekompakan Forkopimcam Pagerbarang menjadi sorotan. Tanpa protokoler yang kaku, mereka menyatu dengan masyarakat. Dari pembacaan Proklamasi, UUD 1945 oleh Ibu Siti Lestari, hingga doa yang dipimpin H. Khasbullah Kepala KUA, seluruh rangkaian berjalan khidmat, tertib, dan lancar.

Di tengah tantangan zaman, Pagerbarang menunjukkan wajah Indonesia yang sesungguhnya: berdaulat dalam sikap, adil dalam pelayanan, dan makmur karena kebersamaan.

Upacara ditutup dengan laporan Komandan Upacara Serka Agus Sutopo dan penghormatan terakhir. Sang Merah Putih berkibar, dan bersama itu pula semangat 81 tahun kemerdekaan kembali dinyalakan dari bumi Pagerbarang.

*PAGERBARANG MENYALA. INDONESIA BERDAULAT adil dan makmur
Bravo mawar hujau

Breaking news kabar nasional komandan kodim 0712 / Tegal ucapkan Dirgahayu HUT -RI ke 81 indonesia berdaulat dan adil

BERITA NASIONAL BRAVO MAWAR HIjAu
Kodim 0712/Tegal Ucapkan Dirgahayu RI ke-81: “Indonesia Berdaulat Adil

TEGAL — Memasuki usia ke-81 kemerdekaan, jajaran Kodim 0712/Tegal menyampaikan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia. Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Kodim 0712/Tegal beserta staf dan seluruh jajaran.

Dalam poster resmi yang dirilis hari ini, Senin 17 Agustus 2026, tertulis tema peringatan tahun ini: *”INDONESIA BERDAULAT ADIL DAN MAKMUR”*. Tema tersebut selaras dengan semangat memperingati 17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026.

“*Dirgahayu REPUBLIK INDONESIA*” menjadi pesan utama dalam ucapan tersebut, dengan penekanan angka *81* sebagai simbol usia kemerdekaan bangsa.

Komandan Kodim 0712/Tegal, *Letkol Inf Rachmat Ferdianoto, S.H., http://M.Han.*, tampak memberi hormat dalam balutan pakaian dinas lengkap dengan tanda jasa. Beliau mewakili seluruh personel Kodim 0712/Tegal dalam menyampaikan penghormatan kepada para pahlawan dan rasa syukur atas kedaulatan Indonesia.

Poster ucapan ini juga menampilkan latar gedung Makodim 0712/Tegal dengan balutan ornamen merah putih, bunga melati, dan logo Garuda, menegaskan nuansa nasionalisme dalam peringatan HUT RI tahun ini.

Peringatan HUT ke-81 RI di wilayah Tegal dan sekitarnya tahun ini menjadi momentum bagi TNI, khususnya Kodim 0712/Tegal, untuk terus menggelorakan semangat kebangsaan, menjaga kedaulatan, dan mendukung pembangunan yang adil serta makmur bagi masyarakat.

Ucapan dari Kodim 0712/Tegal ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan nasional 17 Agustus yang digelar serentak di seluruh Indonesia hari ini.

Bravo mawar hijau

Breaking news kabar seputar kodim tegal kegiatan rutin ,anggota piket laksanakan ibadah bersama masyarakat sekitar

BREAKING NEWS bravo mawar hijau tegal jateng
*Kodim 0712/Tegal Gelar Piket Siaga Malam dan Sholat Berjamaah Bersama Warga*

*TEGAL* — Dalam rangka menjaga kondusivitas wilayah serta mempererat sinergi dengan masyarakat, anggota Dinas Dalam Kodim 0712/Tegal melaksanakan kegiatan piket siaga malam yang dirangkaikan dengan ibadah berjamaah, Minggu malam (16/8/2026).

Kegiatan dimulai pukul 19.10 WIB di Masjid Al-Jihad Makodim 0712/Tegal. Seluruh personel piket mengikuti Sholat Isya berjamaah bersama warga sekitar lingkungan Kodim.

Pantauan di lapangan, pelaksanaan ibadah berlangsung aman, tertib, dan lancar. Usai sholat, kegiatan dilanjutkan dengan giat piket dan siaga bersama masyarakat sebagai bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Ini merupakan bagian dari tugas rutin sekaligus upaya kami untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pengamanan, tetapi juga dalam kegiatan keagamaan,” ujar salah satu anggota Dinas Dalam yang bertugas malam itu.

Komandan Kodim 0712/Tegal melalui petugas piket menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus digalakkan. Selain menjaga kesiapsiagaan, momen kebersamaan di masjid juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan memperkokoh semangat gotong royong menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Hingga kegiatan selesai, situasi di sekitar Makodim terpantau kondusif aman salam lestari