Archives Juli 2026

Breaking news seputar kepercayaan negara kepada Babinsa komando kewilayahan jalani ikhlas dan sabar dan junjung loyalitas

Breaking news kabar tegal tanggung jawab besar
*Babinsa, Garda Terdepan Negara: Ikhlas, Sabar, dan Loyal Mengawal Amanat Rakyat Lewat Koperasi Merah Putih*

KdKMP wilayah tegal z– Kepercayaan negara kepada TNI Angkatan Darat tidak berhenti di barak. Kepercayaan itu turun sampai ke “jalur sayap bawah”: Babinsa. Di desa, Babinsa hadir sebagai pendamping, penjaga, dan pengemban amanat rakyat.

Salah satu wujud nyata amanat tersebut terlihat di *Koperasi Desa/Kelurahan kdkmp wilayah tegal *. Di sinilah semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi warga dikawal langsung oleh Babinsa bersama jajaran Kodim dan Koramil.

“Sebagai Babinsa, tugas kami bukan hanya pengamanan. Kami mendampingi masyarakat dengan prinsip _sersan_ – serius tapi santai. Bekerja maksimal, tapi tidak mati-matian mengejar yang tidak akan dibawa mati,” ujar salah satu Babinsa di lapangan.

Nilai yang ditanamkan sederhana namun kuat: *ikhlas, sabar, syahadat yang lurus, apa adanya*. Dari situlah lahir ketenangan pikiran, loyalitas, dan keberkahan.

Amanat dari *PT Agrinas* sebagai pengelola program strategis nasional juga dijalankan Babinsa dengan penuh tanggung jawab. Bukan dengan paksaan, melainkan dengan pendekatan persuasif, edukatif, dan sesuai jalur komando.

Peran Babinsa di Koperasi Merah Putih adalah memastikan program berjalan tepat sasaran:
1. *Peduli*: Mendengar langsung keluh kesah dan potensi warga
2. *Jaga*: Mengawal agar koperasi tidak melenceng dari tujuan mensejahterakan anggota
3. *Emban*: Menjadi jembatan antara kebijakan negara dengan kebutuhan di lapangan

“Kami ingin ilmu Babinsa yang peduli masyarakat ini bisa dirasakan manfaatnya. Bukan sekadar seremonial. Harus ada dampak nyata untuk perut, untuk ekonomi, untuk masa depan desa,” tegasnya.

Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri, berkarakter, dan berlandaskan Merah Putih. Dengan sinergi TNI AD, pemerintah desa, dan masyarakat, cita-cita koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional bisa terwujud dari Pesarean untuk Indonesia.

*Tentang Koperasi Merah Putih*
Koperasi Merah Putih adalah program prioritas pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa dan kelurahan. Di Pesarean, koperasi ini menjadi salah satu pilot project yang mendapat pendampingan intensif dari aparat kewilayahan TNI AD.

—

Semangat pa babinsa peduli

Breaking news kabar seputar Dpd Gwi gabungan wartawan indonesia jawa tengah

Breaking news bravo mawar hijau seputar kabar Dpw gwi jateng

*GWI Tegaskan Komitmen Kawal Kemerdekaan Pers dan Tingkatkan Kualitas Wartawan Nasional*

*Jakarta, Mawar Hijau News* — Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) kembali menegaskan arah perjuangannya di dunia pers nasional. Melalui Visi dan Misi organisasi, GWI berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mengembangkan kemerdekaan pers serta meningkatkan kualitas dan kuantitas insan pers di Tanah Air.

Dalam dokumen resmi organisasi, GWI mencanangkan visi *”Untuk Mengembangkan Kemerdekaan Pers dan Meningkatkan Kualitas serta Kuantitas Pers Nasional.”*

Visi tersebut kemudian dijabarkan dalam misi utama, yaitu *”Meningkatkan Insan Pers dan Pelayanan Masyarakat.”*

Ketua Umum GWI menyatakan bahwa di tengah derasnya arus informasi dan tantangan disinformasi, peran wartawan profesional menjadi semakin vital. Karena itu, GWI tidak hanya fokus pada kebebasan pers, tetapi juga pada peningkatan kompetensi, integritas, dan tanggung jawab sosial wartawan.

“Kemerdekaan pers tanpa kualitas akan melahirkan kegaduhan. Sebaliknya, kualitas tanpa kemerdekaan akan melahirkan pembungkaman. GWI hadir untuk memastikan keduanya berjalan beriringan,” ujar perwakilan GWI.

Dengan semangat tersebut, GWI akan menguatkan program pelatihan jurnalistik, advokasi hukum bagi wartawan, serta memperluas jaringan kerja sama dengan masyarakat untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan.

GWI berharap, melalui penguatan insan pers, media di Indonesia dapat menjadi pilar demokrasi yang sehat dan menjadi jembatan pelayanan informasi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tentang GWI
Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) adalah organisasi profesi kewartawanan yang berfokus pada pengembangan kemerdekaan pers, peningkatan kualitas wartawan, dan penguatan peran media dalam melayani masyarakat.

Bravo mawar hijau news GWI Dpw jateng

Breaking news kabar nasional bravo mawar hijau & komitmen visi dan misi Gabungan wartawan indonesi

Breaking news kabar nasional bravo mawar hijau news tentang visi dan misi nya

*GWI Tegaskan Komitmen Kawal Kemerdekaan Pers dan Tingkatkan Kualitas Wartawan Nasional*

*Jakarta, Mawar Hijau News* — Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) kembali menegaskan arah perjuangannya di dunia pers nasional. Melalui Visi dan Misi organisasi, GWI berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mengembangkan kemerdekaan pers serta meningkatkan kualitas dan kuantitas insan pers di Tanah Air.

Dalam dokumen resmi organisasi, GWI mencanangkan visi *”Untuk Mengembangkan Kemerdekaan Pers dan Meningkatkan Kualitas serta Kuantitas Pers Nasional.”*

Visi tersebut kemudian dijabarkan dalam misi utama, yaitu *”Meningkatkan Insan Pers dan Pelayanan Masyarakat.”*

Ketua Umum GWI menyatakan bahwa di tengah derasnya arus informasi dan tantangan disinformasi, peran wartawan profesional menjadi semakin vital. Karena itu, GWI tidak hanya fokus pada kebebasan pers, tetapi juga pada peningkatan kompetensi, integritas, dan tanggung jawab sosial wartawan.

“Kemerdekaan pers tanpa kualitas akan melahirkan kegaduhan. Sebaliknya, kualitas tanpa kemerdekaan akan melahirkan pembungkaman. GWI hadir untuk memastikan keduanya berjalan beriringan,” ujar perwakilan GWI.

Dengan semangat tersebut, GWI akan menguatkan program pelatihan jurnalistik, advokasi hukum bagi wartawan, serta memperluas jaringan kerja sama dengan masyarakat untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan.

GWI berharap, melalui penguatan insan pers, media di Indonesia dapat menjadi pilar demokrasi yang sehat dan menjadi jembatan pelayanan informasi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tentang GWI
Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) adalah organisasi profesi kewartawanan yang berfokus pada pengembangan kemerdekaan pers, peningkatan kualitas wartawan, dan penguatan peran media dalam melayani masyarakat.

Salam indonesia lestari bravo mawar hijau

Breaking news kabar tegal tantangan zaman menuntut prajurit Babinsa TNI -AD

Kabarseputar prajurit Banbisa koramil 18

TANTANGAN ZAMAN MENUNTUT PRAJURIT TNI UNTUK KUAT SECARA MORAL, MENTAL DAN IDIOLOGI. JANGAN MUDAH TERPENGARUH OLEH PEMAHAMAN YANG MENYIMPANG DARI NILAI-NILAI PANCASILA.

Ini jabaran sinkronnya dengan kegiatan Babinsa di wilayah binaan:

1. KUAT SECARA MORAL
Moral = jadi teladan di tengah masyarakat.
*Sinkron kegiatan Babinsa Koramil 18 Pagerbarang:*
– *Komsos rutin ke perangkat desa & tokoh agama*: Datang ke balai desa, mushola, dan rumah warga di Pagerbarang, Dukuhwringin, Cikura. Menjaga adab, jujur, tidak pilih kasih. Warga niru dari sikap Babinsa.
– *Cegah kenakalan remaja*: Rembuk dengan Babinkamtibmas + guru SMP/SMA. Kasih contoh hidup disiplin, tidak merokok di tempat umum, tidak main judi.
– *Gotong royong*: Turun langsung bersih-bersih masjid, irigasi, jalan desa. Moral kuat terlihat dari aksi, bukan cuma omongan.

2. KUAT SECARA MENTAL*
Mental = tahan uji, tidak gampang goyah saat ada masalah di desa.
*Sinkron kegiatan Babinsa Koramil 18 Pagerbarang:*
– *Dampingi petani & ketahanan pangan*: Wilayah Pagerbarang banyak lahan pertanian. Saat harga pupuk naik/gagal panen, Babinsa hadir jadi penengah, kasih solusi, tidak panik. Ini melatih mental.
– *Tanggap bencana*: Musim hujan rawan longsor di daerah perbukitan. Babinsa paling depan koordinasi evakuasi, bantu warga. Mental ditempa dari situ.
– *Jadi penengah konflik*: Masalah tanah, batas desa, sampai perselisihan warga. Babinsa harus tenang, objektif, tidak terpancing emosi.

3. KUAT SECARA IDIOLOGI*
Ini inti renungan hari ini. Idiologi = berpegang teguh pada Pancasila & UUD 1945.
*Sinkron kegiatan Babinsa Koramil 18 Pagerbarang:*
– *Sosialisasi Wawasan Kebangsaan ke sekolah*: Masuk ke SDN/SMP di wilayah binaan. Jelaskan 4 Pilar Kebangsaan. Lawan narasi yang memecah belah di medsos.
– *Cegah paham menyimpang*: Lewat komunikasi dengan tokoh agama, pemuda, dan karang taruna. Deteksi dini kalau ada penyebaran paham radikal/intoleran. Langsung lapor dan bina.
– *Perkuat nilai Pancasila dalam kegiatan desa*: Saat 17-an, kerja bakti, atau yasinan. Babinsa tekankan lagi nilai gotong royong, musyawarah, dan toleransi yang ada di sila 2, 3, dan 5.
– *Literasi digital*: Banyak warga sekarang main TikTok/FB. Babinsa ingatkan jangan mudah percaya hoaks dan ujaran kebencian yang bertentangan dengan Pancasila.

Kenapa “SOLID-KUAT-SENYAP” cocok untuk Babinsa Pagerbarang?*
– *SOLID*: Satu komando dengan Danramil, sinergi dengan Polri, Pemdes, dan 3 Pilar.
– *KUAT*: Kuat fisik saat kerja bakti, kuat mental saat hadapi masalah warga, kuat idiologi saat hadapi provokasi.
– *SENYAP*: Kerja nyata di lapangan tanpa banyak pencitraan. Hasilnya yang bicara: desa aman, warga rukun.

*Kesimpulan lapangan:*
Renungan ini ngingetin Babinsa bahwa musuh sekarang bukan cuma secara fisik, tapi juga lewat HP dan pemikiran. Tugas Babinsa Koramil 18 Pagerbarang bukan perang, tapi “perang” menjaga ideologi Pancasila tetap hidup di setiap rumah, sekolah, dan balai desa.

Babinsa peduli masyarakat sekitar bravo tni

Breaking news kabar wilayah pagerbarang kab tegal & koramil 18 pagerbarang Dampingi team surve lahan Batalyon T/P

Breaking news kabar seputar wilayah pqgerbarang koramail 18 pqgerbaran pimpinan batuud dan Babinsa dampingi

*Tim Survei Tinjau Lokasi Pembangunan Yon TP di Pagerbarang Tegal*

*TEGAL* – Tim survei pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) Kodim 0712/Tegal melakukan peninjauan lokasi di Desa Srengseng, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan dimulai pukul 11.00 WIB dan dipusatkan di wilayah desa setempat. Babinsa Koramil 18/Pagerbarang di bawah pimpinan Batuud Pelda Yanuar Siswanto bersama anggota turut mendampingi jalannya survei.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pj. Kepala Desa Srengseng Syaikhu, Kasdim 0712/Tegal, Pasilog Kodim 0712/Tegal, Batuud Koramil 18/Pagerbarang, serta tim dari Perhutani.

Pendampingan Babinsa dilakukan untuk memastikan koordinasi antara TNI, pemerintah desa, dan instansi terkait berjalan lancar selama proses survei berlangsung.

Hingga kegiatan selesai, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Salam indonesia lestari bravo mawar hijau TNI peduli

Breaking news kabar kab tegal adakan kegiatan berkelanjutan khaul masyarakat pendawa sedekah bumi di lanjutkan Doa bersama dari jamiyah alhikmah

*Breaking News bravo mawar hijau tegal jateng kegiatan

Jamiyah Al-Hikmah Desa Pendawa Jalin Kebersamaan Lewat Doa Bersama dan Sedekah Bumi*

*TEGAL, MAWAR HIJAU* — Warga Desa Pendawa, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, kembali menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Melalui kegiatan Jamiyah Al-Hikmah yang dipimpin Ibu Ustadzah Khotijah, ibu-ibu se-Desa Pendawa menggelar silaturahmi sekaligus doa bersama pada Minggu pagi, 5 Juli 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di kediaman Ibu Ani Kurniasih, Bendahara Mawar Hijau Pemerhati Lingkungan Hidup Tegal Jateng, ini menjadi wadah mempererat tali silahturahmi antar warga.

Acara dimulai sejak malam sebelumnya dengan agenda Sedekah Bumi yang digelar di Situs Candi Watu Lumpang, Pendawa. Ritual tahunan itu dilanjutkan pagi harinya dengan rangkaian Jamiyah Al-Hikmah: pembacaan doa bersama untuk keselamatan bangsa Indonesia, khususnya warga Kabupaten Tegal dan Desa Pendawa.

*”Tujuan kita satu, mendoakan keselamatan warga, menjaga persatuan, dan merawat bumi tempat kita berpijak,”* ujar perwakilan panitia dalam sambutannya.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara Jamiyah Al-Hikmah dengan Mawar Hijau Pemerhati Lingkungan Hidup. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai kebersamaan, persatuan, dan kepedulian terhadap lingkungan di tingkat desa.

Suasana kekeluargaan begitu terasa. Ibu-ibu warga Pendawa hadir dengan khidmat, berzikir, berdoa, dan saling bertukar cerita. Momen ini dinilai penting untuk menjaga harmoni sosial di tengah dinamika masyarakat.

Acara ditutup dengan doa bersama dan seruan *”Salam Indonesia Lestari”* sebagai simbol komitmen warga Pendawa dalam menjaga kerukunan sekaligus kelestarian lingkungan.

*Tegal, 5 Juli 2026*
*Dirilis oleh: Tim Media Mawar Hijau Pemerhati Lingkungan Hidup Tegal Jateng*

Breaking news Bravo mawar hijau pemerintah Desa pendawa dan masyarakat khaul gelar sedekah bumi merawat jagat dgn tradisi dan toleransi

*BREAKING NEWS -KABUPATEN TEGAL
BRavo mawar hijau
*Desa Pendawa Lebaksiu Gelar Sedekah Bumi & Khaul Massal: “Merawat Jagat Dengan Tradisi dan Toleransi”*

Masyarakat Desa Pendawa, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal kembali menggelar acara rutin tahunan *Peringatan Sedekah Bumi dan Khaul Massal*. Acara ini bukan sekadar tradisi, tapi juga gerakan budaya untuk _nguri-uri_ adat Jawa agar tidak luntur di tengah era modern.

Seperti terlihat di spanduk resmi kegiatan dengan tulisan besar *”SEDEKAH BUMI DAN KHAUL MASSAL MASYARAKAT DESA PENDAWA KEC. LEBAKSIU”* dan mengusung tema *”MERAWAT JAGAT DENGAN TRADISI DAN TOLERANSI”*.

### *Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah – JAS MERAH*
Dalam kegiatan ini, masyarakat Desa Pendawa bersama Pemerintah Desa sengaja menggugah kembali kesadaran sejarah. Pesan utamanya jelas: _jangan sekali-kali meninggalkan sejarah_.

Di era serba modern sekarang, banyak nilai-nilai luhur leluhur yang mulai ditinggalkan. Lewat Sedekah Bumi ini, warga diingatkan kembali tentang “adzab sejarah” dan pentingnya menjaga budaya agar tidak punah. Ini adalah bentuk nyata masyarakat menolak lupa pada akar budayanya.

### *Pusat Kegiatan di Situs Candi Watu Pendawa*
Tempat pelaksanaan Sedekah Bumi ini sendiri memiliki nilai sejarah tinggi. Kegiatan dipusatkan di *Situs Candi Watu Pendawa*.
Di lokasi ini juga terdapat *Sekretariat Perkumpulan Watu Lumpang Pendawa* yang sudah resmi terdaftar dan diaktakan di *Kemenkumham RI No. http://AHU-0001189.AH.01.07 Tahun 2022*.

Struktur organisasi perkumpulan ini sudah lengkap, mulai dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, hingga bidang-bidang lain. Legalitas ini membuat pengelolaan tradisi dan situs budaya di Pendawa jadi lebih terstruktur dan diakui negara.

### *Peran Sesepuh dan Keluarga Besar Mbah Sarya bin Danyar*
Acara ini juga tidak lepas dari peran *para sesepuh Desa Pendawa*, termasuk *Keluarga Besar Mbah Sarya bin Danyar*. Para sesepuh menjadi penjaga nilai dan penuntun agar ritual, doa, dan khaul massal berjalan sesuai adat dan tetap bermakna bagi generasi muda.

Keterlibatan tokoh masyarakat dan pemerintah desa menunjukkan bahwa tradisi ini dijaga bersama, bukan hanya milik kelompok tertentu.

### *Makna Sedekah Bumi & Khaul Massal*
1. *Sedekah Bumi*: Wujud syukur kepada Tuhan atas hasil bumi dan penjagaan alam. Sekaligus doa bersama agar desa diberi keselamatan, rezeki, dan dijauhkan dari bencana.
2. *Khaul Massal*: Doa bersama untuk para leluhur dan sesepuh desa. Ini bentuk penghormatan dan penyambung tali spiritual antar generasi.
3. *Nguri-uri Budaya*: Mengajarkan generasi muda bahwa kemajuan zaman tidak boleh membuat kita melupakan adat, tradisi, dan sejarah.

Dengan mengangkat tema _Merawat Jagat Dengan Tradisi dan Toleransi_, Desa Pendawa ingin menunjukkan bahwa menjaga budaya dan menjaga kerukunan bisa jalan beriringan.

Acara rutin ini menjadi bukti bahwa di Kabupaten Tegal, tradisi Jawa masih hidup, dirawat, dan diwariskan. Bukan untuk mundur ke belakang, tapi agar kita melangkah ke depan dengan tidak melupakan dari mana kita berasal.

_JAS MERAH – Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah_

Breaking news kabar kab tegal seputar Desa pendawa adakan sedekah bumi & nguri -uri budaya sejarah desa pendawa kec lebaksiu kab tegal

BREAKING NEWS KABAR SEPUTAR KAB TEGAL Bravo mawar hijau
*Warga Desa Pendawa Lebaksiu Gelar Sedekah Bumi dan Khaul Massal, Teguhkan Pesan “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”*

Tradisi leluhur kembali dihidupkan. Ratusan warga Desa Pendawa, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menggelar acara rutin tahunan *Peringatan Sedekah Bumi dan Khaul Massal Masyarakat Desa Pendawa*.

Kegiatan yang mengusung tema *”Merawat Jagat Dengan Tradisi dan Toleransi”* ini menjadi penanda kuat bahwa di tengah gempuran era modern, nilai budaya Jawa masih dipegang teguh oleh masyarakat.

Spanduk besar bertuliskan _PERINGATAN SEDEKAH BUMI DAN KHAUL MASSAL MASYARAKAT DESA PENDAWA KEC. LEBAKSIU_ terpampang sebagai simbol dimulainya rangkaian acara sakral tersebut.

### *Nguri-uri Budaya, Tolak Lupa Sejarah*
Acara ini tidak hanya seremoni adat. Bagi warga Pendawa, Sedekah Bumi dan Khaul Massal adalah bentuk _nguri-uri_ atau melestarikan budaya adat Jawa agar tidak ditinggalkan.

“Ini pesan JAS MERAH, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah,” ujar salah satu perangkat desa. “Di zaman sekarang banyak yang melupakan akar. Lewat kegiatan ini kami mengingatkan kembali, termasuk soal adab sejarah kepada generasi muda.”

Pemerintah Desa bersama masyarakat sengaja menjadikan momentum ini sebagai ruang menggugah kesadaran kolektif. Bahwa menjaga alam, menghormati leluhur, dan merawat tradisi adalah bagian dari identitas bangsa.

### *Dipusatkan di Situs Candi Watu Pendawa, Berbadan Hukum Resmi*
Yang membedakan kegiatan di Desa Pendawa adalah lokasinya. Seluruh rangkaian Sedekah Bumi dipusatkan di *Situs Candi Watu Pendawa*, sebuah situs bersejarah yang diyakini warga sebagai tempat leluhur dan pusat spiritual desa.

Untuk pengelolaannya, warga telah membentuk *Perkumpulan Watu Lumpang Pendawa*. Perkumpulan ini telah berbadan hukum dan tercatat resmi di *Kementerian Hukum dan HAM RI dengan Nomor http://AHU-0001189.AH.01.07 Tahun 2022*.

Struktur organisasinya pun sudah lengkap. Ada Ketua, Sekretaris, Bendahara, hingga bidang-bidang lain yang bertugas mengelola sekretariat, kegiatan adat, dan pelestarian situs.

“Dengan adanya legalitas ini, kami ingin masyarakat dan pemerintah tahu. Pengelolaan tradisi dan situs ini serius, terstruktur, dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelas pengurus perkumpulan.

Peran Sesepuh: Penjaga Nilai Keluarga Besar Mbah Sarya bin Danyar*
Kekuatan moral acara ini bertumpu pada para *sesepuh Desa Pendawa*. Tokoh sentralnya adalah *Keluarga Besar Mbah Sarya bin Danyar*, yang secara turun-temurun menjadi rujukan dalam adat, doa, dan pelaksanaan khaul massal.

Para sesepuh memimpin doa, memberikan wejangan, dan memastikan seluruh prosesi berjalan sesuai pakem tradisi Jawa. Kehadiran mereka menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.

### *Makna di Balik Tradisi*
1. *Sedekah Bumi*: Ungkapan syukur atas hasil bumi, tolak bala, dan doa keselamatan desa.
2. *Khaul Massal*: Tahlil dan doa bersama untuk para leluhur desa. Bentuk penghormatan dan pengingat bahwa kita ada karena jasa mereka.
3. *Toleransi*: Tema tahun ini menekankan bahwa tradisi bisa hidup berdampingan dengan nilai agama dan kebhinekaan.

PJ Kepala Desa Pendawa menyampaikan apresiasi. Menurutnya, kegiatan ini adalah modal sosial yang luar biasa. “Pemerintah desa mendukung penuh. Ini bukan hanya acara adat, tapi juga wisata budaya dan pendidikan karakter bagi anak-anak kita.”

Di akhir acara, warga makan bersama dengan hidangan khas hasil bumi. Tawa, doa, dan kidung Jawa mengisi suasana.

Di Pendawa, tradisi tidak dimuseumkan. Tradisi dijalani, dirawat, dan diwariskan. Karena bagi warga di sini, memajukan desa berarti tidak melupakan siapa kita dan dari mana kita berasal.

*#JasMerah #MerawatJagat #BudayaJawa #Tegal* bravo mawar hijau Dpd kab tegal

Breaking news kabar seputar wilayah pagerbarang kab tegal ,dalam rangka hut bayangkara ke 80 polsek undang koramil 18 pagerbarang

Breaking news kabar tegal jateng seputar wilayah pagerbarang kab tegal

*MAWAR HIJAU NEWS*
_Media Nasional | Independen & Terpercaya_

*Sinergitas TNI-Polri Menguat, Koramil 18 Pagerbarang Hadiri Tasyakuran HUT Bhayangkara Ke-80*

*TEGAL, Mawar Hijau News* – Semangat kolaborasi TNI-Polri kembali terlihat di wilayah Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal. Danramil 18/Pagerbarang Kapten Cpm Aries Kusdianto bersama staf dan anggota Koramil menghadiri acara tasyakuran peringatan HUT Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026, Rabu malam, 01 Juli 2026.

Acara yang digelar di Kantor Polsek Pagerbarang mulai pukul 20.00 WIB itu dihadiri sekitar 30 undangan dari unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perangkat desa se-Kecamatan Pagerbarang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut AKP Sakmadi selaku Kapolsek Pagerbarang, Camat Pagerbarang Bapak Barik, perwakilan Kepala Desa, serta anggota Koramil dan Polsek Pagerbarang.

Rangkaian acara berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan, prosesi penyerahan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, ramah tamah, dan ditutup dengan doa bersama.

Dalam suasana kekeluargaan itu, ditegaskan kembali komitmen sinergitas TNI-Polri dalam menjaga kondusivitas wilayah. Sebagaimana visi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, kolaborasi dengan TNI di tingkat kewilayahan menjadi kunci utama dalam merespons cepat setiap aduan warga.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Ini bukti nyata soliditas kami di lapangan untuk masyarakat Pagerbarang,” ujar salah satu anggota Koramil di sela acara.

Kegiatan tersebut juga dilaporkan ke jajaran Kodim 0712/Tegal dengan tembusan kepada Kasdim, Pabung, dan para Pasidim.

*Reporter*: Tim Mawar Hijau News Tegal
*Editor*: Redaksi Mawar Hijau News

Salam sinergi tni polri

Breaking news bravo mawar hijau jateng &Lsm -DHN undang ketum mawar hijau silahturohmi bahas program dan tetap sinergi dgn pemerintah

Breaking news kabar jawa tengah Bravo mawar hijau naaional
*LSM Delik Hukum Nasional Sinergi dengan Ketum Bravo Mawar Hijau Perkuat Konservasi, Advokasi, dan Ketahanan Pangan di Jawa Tengah*

*Semarang, Jawa Tengah – 5 Mei 2026* – Pembina LSM Delik Hukum Nasional (DHN) menggelar silaturahmi dan konsolidasi program bersama Ketua Umum Aktivis Lingkungan Hidup Bravo Mawar Hijau di kantor pusat DHN. Pertemuan ini menjadi langkah awal menyatukan gerakan di bidang sosial, budaya, penyelamatan lingkungan hidup, serta penampungan delik aduan masyarakat.

Dalam keterangan resminya, pembina LSM DHN menyebut kolaborasi ini fokus pada empat pilar utama: *konservasi, investigasi, advokasi, edukasi, dan pengembangan agrowisata*, khususnya di wilayah Jawa Tengah.

“Ini bukan sekadar seremonial. Kami satukan program agar aduan masyarakat, terutama yang menyangkut lingkungan dan sosial budaya, bisa ditindaklanjuti secara sistematis dan berdampak langsung ke lapangan,” ujar pembina LSM DHN.

*Petani Mitra dan Pemanfaatan Lahan Tidur*
Salah satu program prioritas yang diusung Bravo Mawar Hijau adalah “Petani Mitra Bravo Mawar Hijau” di Jatibogor, Jawa Tengah. Program ini menggarap lahan-lahan tidak produktif untuk diubah menjadi lahan produktif melalui pendekatan agrowisata dan konservasi.

Inisiatif yang sudah berjalan adalah pemanfaatan aliran Sungai Cacaban sebagai sumber energi untuk irigasi. Teknologi alat tanpa BBM solar telah dioperasikan untuk mengairi lahan seluas 200 hektare dari target 500 hektare.

“Alat ini tidak menggunakan solar. Kami memanfaatkan debit aliran Sungai Cacaban. Saat ini 200 hektare sudah aktif, sisanya dalam tahap perluasan,” jelas Ketum Bravo Mawar Hijau.

*Dukungan Pemerintah Pusat*
Program tersebut telah mendapat atensi dari Kementerian terkait. Wakil Menteri direncanakan akan turun langsung ke kelompok tani binaan untuk melihat progres dan melakukan peresmian alat tersebut.

Langkah ini disebut sejalan dengan program ketahanan pangan yang digalakkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami berharap ke depan program ini berjalan lancar. Ini bentuk nyata kepedulian terhadap petani dan kedaulatan pangan nasional,” tegas Ketum Bravo Mawar Hijau.

LSM DHN dan Bravo Mawar Hijau juga membuka posko penampungan aduan masyarakat untuk isu sosial, budaya, lingkungan hidup, dan delik aduan lainnya di Jawa Tengah. Masyarakat dapat menyalurkan informasi untuk ditindaklanjuti melalui jalur advokasi dan investigasi.

*#IndonesiaLestari*

*Narahubung Media:*
LSM Delik Hukum Nasional – Jawa Tengah
Bravo Mawar Hijau – Ketum Aktivis Lingkungan Hidup