Breaking news kabar seputar tegal jawa tengah pemerhati lingkungan bravo mawar hijau & komunitas budaya semedo ingatkan jaz merah situs semedo
KABAR SEPUTAR SITUS SEMEDO BERITA NASIONA BRAVO MAWAR HIJ@U
*Silaturahmi Trah Semedo di Kedung Banteng: Menyatukan Jejak Leluhur untuk Masa Depan Wisata Budaya dan Lingkungan*
Pertemuan silaturohmi Komunitas Budaya Semedo dan Pemerhati Lingkungan Bravo Mawar Hijau jadi momentum menghidupkan nilai sejarah, budaya, dan kelestarian alam
*Semedo, selasa 28 julli 2026 – Di tengah perjalanan waktu yang mempertemukan para cucu, buyut, hingga garis alam yang mempertemukan, Situs Semedo di Kedung Banteng kembali menjadi titik temu. Bukan sekadar pertemuan keluarga besar trah, tetapi juga langkah menyambung tali silaturahmi dan menyatukan visi untuk menjadikan Semedo sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan lingkungan.
Komunitas Budaya Semedo berkumpul bersama para pemerhati lingkungan dari *Bravo Mawar Hijau*. Pertemuan ini menjadi momentum sejarah untuk menggugah kesadaran bersama: menjaga warisan sesepuh dan leluhur tidak bisa dipisahkan dari menjaga alam.
“Kami datang bukan hanya untuk mengenang. Kami datang untuk menyambung. Menyambung sejarah, menyambung budaya, dan menyambung tanggung jawab kami pada alam dan anak cucu,” ujar eyang sis
Dalam diskusi yang berlangsung, dua isu utama mengemuka:
1. *Pelestarian Budaya*: Menjaga peninggalan leluhur, nilai-nilai adat, dan “jejak merah” sejarah Semedo agar tidak tergerus zaman.
2. *Pelestarian Lingkungan*: Menguatkan peran masyarakat dalam merawat kawasan situs agar tetap lestari dan menjadi daya tarik wisata yang bertanggung jawab.
Pemerhati lingkungan dari *Bravo Mawar Hijau* menegaskan bahwa wisata hanya akan bertahan jika alamnya dijaga. “Semedo punya cerita besar. Kalau budayanya hidup dan lingkungannya sehat, maka ini bisa jadi contoh destinasi yang mengedukasi, bukan merusak,” katanya.
Pertemuan ini juga menjadi seruan kepada pemerintah daerah dan pusat agar lebih peduli. Komunitas berharap ada konsep pengelolaan yang jelas, melibatkan masyarakat adat dan komunitas, serta berpihak pada pelestarian, bukan eksploitasi.
“Jangan sampai kita sekali-kali melupakan sejarah. Dari sejarah inilah kita tahu jati diri. Dari alam inilah kita hidup,” tutup perwakilan peserta.
Dengan semangat *Indonesia Lestari*, para peserta sepakat menjadikan pertemuan ini sebagai langkah awal sinergi jangka panjang: antara trah, komunitas budaya, pegiat lingkungan, dan pemerintah untuk membangun Semedo Kedung Banteng sebagai destinasi wisata yang bermartabat.
*Tentang Situs Semedo Kedung Banteng*
Situs Semedo adalah kawasan cagar budaya yang menyimpan jejak peradaban manusia purba dan nilai-nilai leluhur masyarakat sekitar. Kini, situs ini terus diupayakan menjadi ruang edukasi, wisata budaya, dan konservasi lingkungan.
*Narahubung:*
Mr xx ( mawar hijau news )082317723478



BREAKING NEWS KABAR TEGAL -JAWA TENGAH 










