Breaking news kabar tegal tantangan zaman menuntut prajurit Babinsa TNI -AD
Kabarseputar prajurit Banbisa koramil 18
TANTANGAN ZAMAN MENUNTUT PRAJURIT TNI UNTUK KUAT SECARA MORAL, MENTAL DAN IDIOLOGI. JANGAN MUDAH TERPENGARUH OLEH PEMAHAMAN YANG MENYIMPANG DARI NILAI-NILAI PANCASILA.
Ini jabaran sinkronnya dengan kegiatan Babinsa di wilayah binaan:
1. KUAT SECARA MORAL
Moral = jadi teladan di tengah masyarakat.
*Sinkron kegiatan Babinsa Koramil 18 Pagerbarang:*
– *Komsos rutin ke perangkat desa & tokoh agama*: Datang ke balai desa, mushola, dan rumah warga di Pagerbarang, Dukuhwringin, Cikura. Menjaga adab, jujur, tidak pilih kasih. Warga niru dari sikap Babinsa.
– *Cegah kenakalan remaja*: Rembuk dengan Babinkamtibmas + guru SMP/SMA. Kasih contoh hidup disiplin, tidak merokok di tempat umum, tidak main judi.
– *Gotong royong*: Turun langsung bersih-bersih masjid, irigasi, jalan desa. Moral kuat terlihat dari aksi, bukan cuma omongan.
2. KUAT SECARA MENTAL*
Mental = tahan uji, tidak gampang goyah saat ada masalah di desa.
*Sinkron kegiatan Babinsa Koramil 18 Pagerbarang:*
– *Dampingi petani & ketahanan pangan*: Wilayah Pagerbarang banyak lahan pertanian. Saat harga pupuk naik/gagal panen, Babinsa hadir jadi penengah, kasih solusi, tidak panik. Ini melatih mental.
– *Tanggap bencana*: Musim hujan rawan longsor di daerah perbukitan. Babinsa paling depan koordinasi evakuasi, bantu warga. Mental ditempa dari situ.
– *Jadi penengah konflik*: Masalah tanah, batas desa, sampai perselisihan warga. Babinsa harus tenang, objektif, tidak terpancing emosi.
3. KUAT SECARA IDIOLOGI*
Ini inti renungan hari ini. Idiologi = berpegang teguh pada Pancasila & UUD 1945.
*Sinkron kegiatan Babinsa Koramil 18 Pagerbarang:*
– *Sosialisasi Wawasan Kebangsaan ke sekolah*: Masuk ke SDN/SMP di wilayah binaan. Jelaskan 4 Pilar Kebangsaan. Lawan narasi yang memecah belah di medsos.
– *Cegah paham menyimpang*: Lewat komunikasi dengan tokoh agama, pemuda, dan karang taruna. Deteksi dini kalau ada penyebaran paham radikal/intoleran. Langsung lapor dan bina.
– *Perkuat nilai Pancasila dalam kegiatan desa*: Saat 17-an, kerja bakti, atau yasinan. Babinsa tekankan lagi nilai gotong royong, musyawarah, dan toleransi yang ada di sila 2, 3, dan 5.
– *Literasi digital*: Banyak warga sekarang main TikTok/FB. Babinsa ingatkan jangan mudah percaya hoaks dan ujaran kebencian yang bertentangan dengan Pancasila.
Kenapa “SOLID-KUAT-SENYAP” cocok untuk Babinsa Pagerbarang?*
– *SOLID*: Satu komando dengan Danramil, sinergi dengan Polri, Pemdes, dan 3 Pilar.
– *KUAT*: Kuat fisik saat kerja bakti, kuat mental saat hadapi masalah warga, kuat idiologi saat hadapi provokasi.
– *SENYAP*: Kerja nyata di lapangan tanpa banyak pencitraan. Hasilnya yang bicara: desa aman, warga rukun.
*Kesimpulan lapangan:*
Renungan ini ngingetin Babinsa bahwa musuh sekarang bukan cuma secara fisik, tapi juga lewat HP dan pemikiran. Tugas Babinsa Koramil 18 Pagerbarang bukan perang, tapi “perang” menjaga ideologi Pancasila tetap hidup di setiap rumah, sekolah, dan balai desa.
Babinsa peduli masyarakat sekitar bravo tni







Leave a Reply