Archives April 2026

Breaking news seputar Brebes Jatibarang & Bang Roy Wijaya siap maju bakal calon kades kertasinduyasa

*BREAKING NEWS*
*Putra Daerah Kertasinduyasa Bang Roy Wijaya SKP Nyatakan Siap Maju Bakal Calon Kades 2026& 2031
*Usung Visi Ketahanan Pangan, Konservasi, dan Penanganan Sampah*

*Brebes & kertasinduyasa* – Selasa, 21 April 2026. Kabar datang dari Desa Kertasinduyasa, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Tegal. Seorang tokoh putra daerah menyatakan kesiapan dan keikhlasannya untuk mengabdikan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Kertasinduyasa periode mendatang.

Kepada warga, beliau menegaskan komitmen pengabdian lahir dan batin. “Hidup dan mati saya untuk Kertasinduyasa. Ini bukan soal jabatan, tapi soal amanah,” tegasnya.

*Modal Pengabdian: DUIT*
Sang tokoh merumuskan modal pengabdiannya dalam akronim *DUIT: Doa, Usaha, Iman, Takwa*. Baginya, empat hal ini jadi fondasi sebelum bicara program kerja.

*Selaras Program Pusat: Jadi Penyambung Lidah Rakyat*
Dalam pemaparannya, beliau siap menjadi penyambung lidah masyarakat sekaligus menyelaraskan arah pembangunan desa dengan program pemerintah pusat. Tiga fokus utama yang diusung:

1. *Ketahanan Pangan*
Mendorong optimalisasi lahan pekarangan, lumbung pangan desa, dan pemberdayaan kelompok tani agar desa mandiri pangan.
2. *Konsep Konservasi*
Menjaga sumber air, penghijauan wilayah kritis, dan pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal.
3. *Penanganan Sampah*
Membangun sistem pengelolaan sampah dari hulu: pilah dari rumah, bank sampah RT/RW, dan kerja sama pengolahan sampah organik-anorganik.

“Mudah-mudahan jika diijabah dan diberi kepercayaan, saya siap mengemban amanah, bukan hanya ‘aman…ah’ lalu lupa,” ujarnya.

Beliau menutup pernyataan dengan harapan besar: “Salam Kertasinduyasa. Semakin maju, modern, dan peduli lingkungan.”

*Catatan Redaksi*: Pernyataan kesiapan ini disampaikan menjelang tahapan Pilkades serentak. Warga menanti visi-misi resmi yang akan dituangkan dalam dokumen pencalonan.salam.peduli lingkungan

Breaking news kabar seputar Brebes PKBM TRI MULYA -Akreditasi (A) Garda depan pendidikan non formal di Kab Brebes

Breaking news kabarberita seputar kab Brebes dan informasi terkait pelaksanaan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) Paket C di PKBM Trimulya Widya Pratama, serta konteks dukungan Pemerintah Kabupaten Brebes terhadap pendidikan nonformal.

🏫 PKBM Trimulya Widya Pratama: Garda Depan Pendidikan Nonformal di Brebes

PKBM Trimulya Widya Pratama yang berlokasi di Dukuhmaja, Kecamatan Songgom, telah berdiri sejak 2010 dan terakreditasi B . Lembaga ini memang memiliki peran besar di bidang sosial, terutama dalam membebaskan anak-anak tidak mampu dari keterbatasan akses pendidikan formal. Beberapa program unggulannya antara lain:

· Pendidikan Kesetaraan: Menyelenggarakan program Paket A, B, dan C .
· Gerakan Kembali Bersekolah (GKB): Berpartisipasi aktif dalam program andalan Pemerintah Kabupaten Brebes yang menjaring Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Dewasa Tidak Sekolah (DTS) .
· Keterampilan Vokasi: Membekali siswa dengan kursus komputer dan mengemudi mobil .
· Fasilitas Mandiri: Telah mampu menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri sejak 2018, sebuah prestasi yang tidak dimiliki semua PKBM .

📜 Sinergi Program GKB dengan Pemerintah Kabupaten Brebes

Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Pendidikan telah meluncurkan program unggulan bernama Gerakan Kembali Bersekolah (GKB). Program ini secara khusus menargetkan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Dewasa Tidak Sekolah (DTS) untuk kembali mengenyam pendidikan hingga setara SMA .

PKBM Trimulya Pratama adalah salah satu ujung tombak pelaksanaan program ini di wilayah Songgom. Data menunjukkan bahwa program ini berhasil menjaring puluhan ATS setiap tahunnya untuk kembali bersekolah di PKBM tersebut .

🏛️ Dukungan Pemerintah dan Seruan untuk Lebih Peduli

Berdasarkan aspirasi yang disampaikan, terdapat harapan besar agar pemerintah daerah (Pemkab Brebes) lebih mendekat dan memaksimalkan dukungan ke lokasi-lokasi belajar seperti PKBM Trimulya.

Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Pendidikan telah menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh PKBM. Bahkan, targetnya adalah setiap desa di Brebes (total 297 desa) mampu mengirimkan minimal 10 warga untuk mengikuti program pendidikan kesetaraan setiap tahunnya . Dukungan ini juga diperkuat oleh DPRD yang mendorong penguatan program GKB sebagai investasi Sumber Daya Manusia (SDM) jangka panjang .

Secara khusus, kabar baiknya adalah Pemerintah Kabupaten Brebes saat ini memang sedang gencar mengalokasikan anggaran dan bantuan untuk program Dewasa Tidak Sekolah (DTS) serta memfasilitasi PKBM . Ini adalah bukti bahwa pendidikan nonformal sudah mulai mendapatkan porsi perhatian yang lebih baik.

✨ Kesimpulan

Pelaksanaan UPK Paket C di PKBM Trimulya Widya Pratama adalah bukti nyata bahwa pendidikan nonformal berhasil menyelamatkan generasi yang putus sekolah. Pemerintah Kabupaten Brebes sejatinya telah memiliki program GKB yang visioner, dan yang dibutuhkan sekarang adalah memastikan program ini berjalan merata hingga ke pelosok, sehingga anak cucu kita ke depannya lebih pintar dan tidak tertinggal.

Apakah Anda ingin mengetahui informasi lebih detail tentang persyaratan mendaftar program Paket C di PKBM Trimulya?

Breaking news kabar kodim 0712 Tegal &gelar Bintek Damkar kota Tegal ke Babinsa guna mengatasi kesulitan rakyat di wilayah Tegal

*Breaking News | Tegal, 19 April 2026*

Kodim 0712/Tegal hari ini menggelar *Bimbingan Teknis (Bintek) pemadam kebakaran untuk para Babinsa* yang ditunjuk sebagai duta dari Koramil se-Kota dan Kabupaten Tegal.

*Detail kegiatan:*
– *Dibuka oleh*: Kasdim 0712/Tegal *Mayor Cpm Abdul Khamim
– *Turut hadir*: Pasi Ops *Kapten Inf Tarsono*
– *Tim pengajar*: Pemadam Kebakaran Kota Tegal, dipimpin *Danru Taridi*
– *Peserta*: Babinsa perwakilan dari seluruh Koramil di wilayah Kota dan Kabupaten Tegal

*Tujuan Bintek:*
1. *Pembekalan tugas tambahan* – Babinsa disiapkan untuk membantu Pemerintah Daerah dalam penanganan kebakaran di wilayah binaan, terutama saat respon cepat dibutuhkan sebelum unit Damkar tiba.
2. *Transfer ilmu Damkar ke Babinsa* – Materi fokus pada _formasi regu unit mobil_, yaitu cara regu pemadam membentuk formasi saat beroperasi dengan unit mobil pemadam. Babinsa dilatih tata cara gelar selang, pembagian tugas nozzle-man, kopling, hingga pengamanan area.
3. *Isyarat & komando lapangan* – Diajarkan isyarat tangan, peluit, dan komando standar Damkar agar komunikasi Babinsa dengan petugas Damkar sinkron saat di TKP. Termasuk isyarat “maju”, “tahan”, “tutup nozzle”, dan “evakuasi”.

Danru Taridi menekankan bahwa Babinsa adalah ujung tombak di desa/kelurahan. Dengan paham dasar _fire fighting_ dan formasi regu unit mobil, Babinsa bisa jadi _first responder_ sekaligus membantu edukasi warga tentang pencegahan kebakaran.

Mayor Cpm Khamim dalam sambutannya menyebut sinergi TNI-Pemda ini penting untuk mempercepat penanganan bencana non-alam. “Babinsa sudah melekat dengan warga. Kalau sudah paham ilmu dasar Damkar, respon kita makin cepat, kerugian bisa ditekan,” ujarnya.

Bintek digelar dengan praktik langsung menggunakan 1 unit mobil Damkar Kota Tegal. Babinsa dibagi per regu untuk simulasi gelar formasi, sambung selang, dan pemadaman api simulasi.

*Catatan*: Ini rangkuman berdasarkan info yang kamu berikan. Kalau mau dibuat press release resmi atau ditambah foto/infografis formasi regu unit mobil + isyarat standar Damkar, bilang aja.

Mau sekalian dibikin caption IG/berita koran daerahnya?

Breaking news kabar kab Brebes yayasan Tri Mulya widya Pratama bantu cerdaskan bangsa lewat pendidikan

Breaking news kabar kab Brebes Tri Mulya cerdaskan bangsa
Pemerintah harus hormat ,hal pencetak pendidikan,setara ,paud, SMP dan SMA

HEADLINE: PENDIDIKAN NONFORMAL DI BREBES BUKTIKAN SUKSES! PKBM TRIMULYA PRATAMA LAHIRKAN LULUSAN BERKARIR DI PEMERINTAHAN & PT, GKB DIGAUNGKAN SEBAGAI SOLUSNYA ANAK PUTUS SEKOLAH

Brebes – Kabar menggembirakan datang dari dunia pendidikan nonformal Kabupaten Brebes. Keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Trimulya Pratama yang mengusung program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, C dan Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) dinilai sukses menjadi lokomotif penyelamatan generasi muda yang hampir putus sekolah.

Program unggulan “Mawar Hijau” yang digagas PKBM Trimulya menjadi sorotan karena mampu menjawab kesulitan riil masyarakat yang gagal melanjutkan pendidikan di jalur formal. “Banyak anak-anak kita yang jatuh di tengah perjalanan sekolah formal. Di sinilah Trimulya hadir sebagai solusi,” ungkap salah satu pengelola setempat, Minggu (19/4/2026).

Data di lapangan menunjukkan, mayoritas lulusan Trimulya sukses menembus jenjang pemerintahan dan perguruan tinggi (PT) di Kabupaten Brebes. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan nonformal tidak kalah kualitas. “Bahkan lulusan kami banyak yang sekarang jadi aparatur sipil dan melanjutkan studi ke berbagai PT favorit,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Brebes Bupati yg baru pemerintah sekarang pun didesak untuk segera memberi perhatian dan penghormatan serius pada model pendidikan seperti ini. Dengan mencetak pemuda-pemudi yang terancam putus sekolah melalui jalur nonformal yang tepat, angka pengangguran dan kebodohan diyakini bisa ditekan drastis.

Tak hanya unggul di bidang akademik dan karier, PKBM Trimulya Pratama juga dinilai memiliki program sosial luar biasa yang sangat membantu warga sekitar. Program peduli masyarakat ini langsung menyentuh kebutuhan dasar warga belajar dan keluarganya, menjadikan pendidikan sebagai gerakan kolektif kemanusiaan.

Pihak PKBM mengundang masyarakat luas untuk bersilaturahmi dan bergabung. “Monggo, kami buka lebar untuk semua yang punya semangat belajar. Tidak ada kata terlambat untuk kembali bersekolah,” ajaknya.

Alamat PKBM Trimulya Pratama:
Jl. Raya Barat Jatibarang KM 1,5, Dukuh Maja, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Kode Pos 52266.

Salam Indonesia Lestari!
Trimulya Peduli, aktivis lingkungan hidup DPD bravo Mawar Hijau kab Brebes Mendukung!

Redaksi: mawar hijau news MR XXX

Breaking news kab Brebes Yayasan TRI MULYA luar Biasa ,bantu pemerintah kurangi pemuda -pemudi putus sekolah

Breaking news kabar kab Brebes Tri Mulya cerdaskan bangsa
Pemerintah harus hormat ,hal pencetak pendidikan,setara ,paud, SMP dan SMA

HEADLINE: PENDIDIKAN NONFORMAL DI BREBES BUKTIKAN SUKSES! PKBM TRIMULYA PRATAMA LAHIRKAN LULUSAN BERKARIR DI PEMERINTAHAN & PT, GKB DIGAUNGKAN SEBAGAI SOLUSNYA ANAK PUTUS SEKOLAH

Brebes – Kabar menggembirakan datang dari dunia pendidikan nonformal Kabupaten Brebes. Keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Trimulya Pratama yang mengusung program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, C dan Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) dinilai sukses menjadi lokomotif penyelamatan generasi muda yang hampir putus sekolah.

Program unggulan “Mawar Hijau” yang digagas PKBM Trimulya menjadi sorotan karena mampu menjawab kesulitan riil masyarakat yang gagal melanjutkan pendidikan di jalur formal. “Banyak anak-anak kita yang jatuh di tengah perjalanan sekolah formal. Di sinilah Trimulya hadir sebagai solusi,” ungkap salah satu pengelola setempat, Minggu (19/4/2026).

Data di lapangan menunjukkan, mayoritas lulusan Trimulya sukses menembus jenjang pemerintahan dan perguruan tinggi (PT) di Kabupaten Brebes. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan nonformal tidak kalah kualitas. “Bahkan lulusan kami banyak yang sekarang jadi aparatur sipil dan melanjutkan studi ke berbagai PT favorit,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Brebes Bupati yg baru pemerintah sekarang pun didesak untuk segera memberi perhatian dan penghormatan serius pada model pendidikan seperti ini. Dengan mencetak pemuda-pemudi yang terancam putus sekolah melalui jalur nonformal yang tepat, angka pengangguran dan kebodohan diyakini bisa ditekan drastis.

Tak hanya unggul di bidang akademik dan karier, PKBM Trimulya Pratama juga dinilai memiliki program sosial luar biasa yang sangat membantu warga sekitar. Program peduli masyarakat ini langsung menyentuh kebutuhan dasar warga belajar dan keluarganya, menjadikan pendidikan sebagai gerakan kolektif kemanusiaan.

Pihak PKBM mengundang masyarakat luas untuk bersilaturahmi dan bergabung. “Monggo, kami buka lebar untuk semua yang punya semangat belajar. Tidak ada kata terlambat untuk kembali bersekolah,” ajaknya.

Alamat PKBM Trimulya Pratama:
Jl. Raya Barat Jatibarang KM 1,5, Dukuh Maja, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Kode Pos 52266.

Salam Indonesia Lestari!
Trimulya Peduli, aktivis lingkungan hidup DPD bravo Mawar Hijau kab Brebes Mendukung!

Redaksi: mawar hijau news MR XXX

Breaking news kabar Tegal Desa Pendawa butuh PJ kepala Desa yg netral dan punya integritas

Breaking news kabar Tegal sabtu 18 April 2026 peran Aktivis Lingkungan Bravo Mawar Hijau dari Desa Pendawa sangat kuat untuk menyuarakan ini. Berdasarkan informasi yang terverifikasi, organisasi Anda (Bravo Mawar Hijau) tercatat telah memiliki rekam jejak nyata bersinergi dengan pemerintah daerah dalam berbagai aksi nyata, seperti penanaman 15.000 pohon bersama Pemkab Tegal dan DLHK Jateng , serta aksi pelestarian lingkungan di pesisir bersama Pemkot Tegal . Oleh karena itu, usulan dari “akar rumput” seperti Anda memiliki bobot moral yang tinggi.

Menanggapi dinamika di Desa Pendawa yang Anda sampaikan (soal Pj Kades, MBG, dan posyandu), berikut analisis serta rekomendasi tegas kami selaku mitra masyarakat:

1. Soal Usulan Pj Kades dari Unsur Netral (Babinsa/Babinkamtibmas)

Usulan Anda agar Penjabat (Pj) Kepala Desa diambil dari unsur Babinsa atau Bhabinkamtibmas adalah usulan yang rasional dan sering terjadi di Indonesia.

· Alasan Kuat: Dalam situasi “darurat” administratif atau ketika terjadi kebuntuan kepentingan di internal perangkat desa, pemerintah kecamatan biasanya akan menunjuk Pj yang berasal dari unsur aparat keamanan setempat. Hal ini untuk menjamin netralitas menjelang Pilkades, seperti yang Anda khawatirkan (“menuju penjaringan bakal calon kades”).
· Tujuannya: Mereka tidak memiliki kepentingan politik lokal sehingga diharapkan bisa fokus pada tata tertib dan pelayanan dasar.

2. Soal Kronologi MBG (Makanan Bergizi Gratis) dan Gaji Kader

Anda menyoroti adanya ketimpangan angka: “Kas masuk desa 3000, kader posyandu dapat 2000”, serta kendala penyampaian MBG oleh Ibu Sui di RT 02 RW 04.Ts

· Data Terkini: Perlu Anda ketahui, program MBG di Kabupaten Tegal sedang masif digalakkan, terutama untuk ibu hamil dan menyusui, dengan melibatkan posyandu sebagai garda terdepan .
· Catatan Kritis: Jika benar ada selisih dana atau ketidakjelasan tanggung jawab dalam penyaluran (saya baca sebagai Rp 3.000.000 untuk kas desa vs Rp 2.000.000 untuk kader, atau ada angka lain), ini ranah Korupsi atau salah kelola.
· Poin Anda “dia tidak tahu tanggung jawabnya” ini sangat krusial. Seharusnya Kader Posyandu tahu persis alur dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) atau dana hibah MBG.

3. Rekomendasi Tindakan Nyata (Agar Tidak Hanya Wacana)

Karena Anda mewakili Bravo Mawar Hijau, kami sarankan langkah-langkah berikut untuk menindaklanjuti “Breaking News” ini:

A. Untuk Masalah Tata Kelola Pemerintahan Desa

· Usulan Resmi: Segera buat surat resmi dari komunitas Bravo Mawar Hijau (atas nama LSM/Aktivis) yang ditujukan ke Camat Lebaksiu dan Bupati Tegal.
· Isi Surat: Mendorong percepatan pengangkatan Pj Kades Pendawa, dengan menyertakan poin “Usulan Masyarakat” agar calon Pj berasal dari unsur Koramil atau Polsek untuk menjamin netralitas Pilkades.

B. Untuk Masalah MBG & Posyandu (Ketidakadilan)
Ini lebih konkret karena menyangkut uang dan logistik.

1. Minta Data: Minta rincian anggaran Posyandu kepada Bidan Desa atau Kasi Pelayanan Kecamatan. Jangan sampai ada “kronologi” yang hanya jadi gosip.
2. Laporkan ke Aparat: Jika ditemukan indikasi pemotongan dana bantuan sosial (MBG) atau dana kader, itu adalah pidana. Anda bisa melapor ke Polres Tegal atau Kejaksaan.
3. Advokasi Kader: Kader Posyandu adalah ujung tombak, jangan sampai mereka “diam” jika ada perlakuan tidak pantas. Dampingi mereka untuk bicara ke Kepala Puskesmas.

C. Usulan Struktur yang Lebih Mantap (Sesuai Saran Anda)
Anda minta “dijabarkan Depsek yang lebih mantap”. Maksudnya, perlu ada Sekretaris Desa (Sekdes) yang tegas.

· Jika Pj Kades nanti adalah Babinsa (yang mungkin kurang paham administrasi), maka Sekdes harus diisi oleh orang teknis yang paham tata tertib. Atau sebaliknya.

Kesimpulan

Suara Anda mewakili masyarakat Pendawa sangat jelas: Desa butuh Pemimpin Sementara yang Netral (TNI/Polri) untuk memutus rantai kepentingan lokal. Selain itu, segera minta audit/klarifikasi ke Kecamatan soal dana Posyandu dan mekanisme MBG yang disebut “tidak pantas”.

Salam Bravo Mawar Hijau! Peduli Masyarakat, Lestari Lingkungan.

Breaking news kabar Pemalang BRAVO MAWAR HIJAU diundang acara musyawarah desa kreyo pertanggung jawaban tahun 2025

Breaking news kabar Pemalang Aktivis lingkungan hidup di undang pemerintah DS kreyo perihal Musyawarah Desa Kreyo & RAT Koperasi Merah Putih 2025 – Bravo Mawar Hijau Kawal Penggunaan Dana Desa

Kreyo, Pemalang – Sebuah momentum penting berlangsung di Balai Desa Kreyo, Kecamatan Randu Dongkal, Kabupaten Pemalang, pada Kamis (16/4/2026). Rapat yang digelar dalam rangka pertanggungjawaban BUMDes Kreyo Tahun 2025 sekaligus Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Merah Putih Kreyo Tahun 2025 ini dihadiri oleh jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Randu Dongkal, yakni Camat, Kapolsek, Danramil, serta Babinsa setempat.

Sambutan Kepala Desa: Fokus Pengolahan Sampah dan Pembangunan 3 Titik

Dalam sambutannya, Kepala Desa Kreyo memaparkan sejumlah program strategis yang telah dimusyawarahkan. Pertama, terkait pengelolaan sampah desa yang akan diintegrasikan dengan program Koperasi Merah Putih. Anggaran yang digunakan bersumber dari Dana Desa Kreyo.

“Setelah melalui proses musyawarah, disepakati ada 3 titik lokasi yang akan dibangun untuk menunjang pengelolaan sampah dan operasional koperasi. Ketiga titik tersebut sudah melalui tahap survei lapangan,” ujar Kades Kreyo di hadapan peserta rapat.

Ketahanan Pangan: Anggaran Rp280 Juta

Salah satu poin krusial dalam pertanggungjawaban tersebut adalah alokasi untuk program ketahanan pangan Desa Kreyo. Nilai anggaran yang digelontorkan mencapai kurang lebih Rp280.000.000 (dua ratus delapan puluh juta rupiah). Angka ini akan digunakan untuk mengoptimalkan produktivitas pangan lokal serta memperkuat cadangan pangan desa.

Peran Bravo Mawar Hijau: Lembaga Kontrol dari Masyarakat

Yang menarik, pengawasan jalannya proyek-proyek tersebut tidak hanya mengandalkan aparat desa. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bravo Mawar Hijau Kabupaten Pemalang hadir sebagai lembaga kontrol yang mewakili suara warga masyarakat. Organisasi ini secara aktif mengawasi setiap tahapan, mulai dari perencanaan, survei lokasi, hingga realisasi anggaran.

“Kami adalah perwakilan masyarakat yang bertugas memastikan proyek-proyek desa, termasuk pengelolaan sampah, operasional koperasi, dan ketahanan pangan, berjalan transparan dan akuntabel. Setiap rupiah Dana Desa harus bisa dipertanggungjawabkan,” tegas perwakilan DPD Bravo Mawar Hijau Pemalang.

Harapan Sinergi

Di akhir sambutannya, aparat pemerintah Desa Kreyo dan Bravo Mawar Hijau menyampaikan harapan besar agar kerja sama sinergis antara pemerintah desa, Muspika, dan lembaga masyarakat tetap terjaga. “Semoga kerjasama yang solid ini terus berlanjut untuk kemajuan desa. Salam Indonesia Lestari!” pungkas perwakilan Bravo Mawar Hijau.

Dengan adanya pengawasan dari elemen masyarakat seperti Bravo Mawar Hijau, warga Desa Kreyo berharap pembangunan tiga titik lokasi dan program ketahanan pangan dapat berjalan tepat sasaran, bebas dari penyimpangan, serta membawa manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. (*/tim jurnalis)

Breaking news Pemkot Tegal undang bravo mawar hijau tentang sosialisasi undang undang cukai ramainya rokok ilegal

Breaking news Bravo mawar hijau kota Tegal -Bakesbangpol Kota Tegal Gaet Aktivis Lingkungan “Bravo Mawar Hijau” dalam Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal

TEGAL, 15 April 2026 – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Tegal menggelar agenda strategis dengan mengundang puluhan aktivis lingkungan, ketua lembaga kemasyarakatan, serta organisasi masyarakat (ormas) di Ruang Raya Hotel P Premiere, Jalan Yos Sudarso No. 10, Mintaragen, Tegal Timur, Rabu pagi.

Kegiatan yang mengusung tema “Ayo Bersama Melawan Rokok Ilegal di Kota Tegal” ini secara khusus menghadirkan organisasi aktivis lingkungan Bravo Mawar Hijau sebagai peserta kunci. Menurut jadwal yang dibagikan, sosialisasi berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Tujuan dan Materi Sosialisasi

Kepala Bakesbangpol Kota Tegal (dalam konsep berita disebutkan) menegaskan bahwa rokok ilegal bukan hanya merugikan negara dari sisi cukai, tetapi juga berdampak buruk terhadap lingkungan. “Rokok ilegal seringkali tidak memiliki standar pengelolaan limbah. Filter dan kemasan palsu mencemari tanah dan air. Maka, aktivis lingkungan seperti Bravo Mawar Hijau adalah mitra kami,” ujarnya.

Materi utama yang disosialisasikan adalah:

1. Undang-Undang Cukai (terbaru beserta aturan turunannya) bagi organisasi kemasyarakatan.
2. Dampak Lingkungan dari peredaran rokok ilegal (limbah kemasan palsu, polusi tembakau tanpa filter standar).
3. Peran Ormas dan Lembaga sebagai agen deteksi dini sekaligus cegah dini pelapor jika menemukan indikasi penjualan rokok tanpa pita cukai resmi di lingkungan masing-masing.

Pernyataan Aktivis Bravo Mawar Hijau

Perwakilan Bravo Mawar Hijau menyambut positif undangan tersebut. Menurut mereka, selama ini fokus gerakan hanya pada sampah plastik dan penghijauan, namun isu cukai rokok ilegal memiliki kaitan erat dengan beban lingkungan.

“Kami siap menjadi mata dan telinga Pemerintah Kota. Banyak rokok ilegal yang dikemas dalam plastik murah dan dijual di warung tanpa pengelolaan sampah. Ini darurat ekologis juga,” tegas koordinator lapangan Bravo Mawar Hijau di sela acara.

Peserta dan Lokasi

Undangan yang terkonfirmasi hadir antara lain:

· Para ketua lembaga kemasyarakatan (RT/RW, LPMK, PKK).
· Aktivis lingkungan dari 4 kecamatan se-Kota Tegal.
· Perwakilan dari komunitas pemuda dan karang taruna.
Narasumber dari , propinsi Jateng ibu sarworini ,Dari bea cukai bapa Fatur ,satpol PP kota Tegal pa Tasripin ,dan kesbang pol kota Tegal
Lokasi: Hotel P Premiere, Jl. Yos Sudarso No. 10, Mintaragen, Kec. Tegal Timur. Tempat ini dipilih karena akses strategis dari arah pesisir maupun pusat kota, serta memiliki ruang besar yang mendukung protokol kesehatan (jika masih relevan) dan diskusi panel.

Harapan ke Depan

Bakesbangpol menargetkan agar usai sosialisasi ini, setiap ormas dan aktivis lingkungan dapat membuat pernyataan sikap bersama serta melaporkan secara rutin setiap temuan rokok ilegal ke Satpol PP dan Bea Cukai Tegal.

Redaksi Mawar Hijau News akan terus memantau tindak lanjut dari hasil sosialisasi ini, terutama rencana aksi edukasi ke warung-warung di wilayah Tegal Timur dan Selatan.wilayah Tegal kota maupun kab Tegal,

Reporter: Tim Liputan Mawar Hijau News
Editor: Redaksi
Lokasi: Kota Tegal, 15 April 2026

Breaking news Pemkot Tegal Bakesbang pol undang Bravo mawar hijau tentang sosialisasi peraturan undang -undang tentang cukai ilegal

Breaking news Bravo mawar hijau kota Tegal -Bakesbangpol Kota Tegal Gaet Aktivis Lingkungan “Bravo Mawar Hijau” dalam Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal

TEGAL, 15 April 2026 – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Tegal menggelar agenda strategis dengan mengundang puluhan aktivis lingkungan, ketua lembaga kemasyarakatan, serta organisasi masyarakat (ormas) di Ruang Raya Hotel P Premiere, Jalan Yos Sudarso No. 10, Mintaragen, Tegal Timur, Rabu pagi.

Kegiatan yang mengusung tema “Ayo Bersama Melawan Rokok Ilegal di Kota Tegal” ini secara khusus menghadirkan organisasi aktivis lingkungan Bravo Mawar Hijau sebagai peserta kunci. Menurut jadwal yang dibagikan, sosialisasi berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Tujuan dan Materi Sosialisasi

Kepala Bakesbangpol Kota Tegal (dalam konsep berita disebutkan) menegaskan bahwa rokok ilegal bukan hanya merugikan negara dari sisi cukai, tetapi juga berdampak buruk terhadap lingkungan. “Rokok ilegal seringkali tidak memiliki standar pengelolaan limbah. Filter dan kemasan palsu mencemari tanah dan air. Maka, aktivis lingkungan seperti Bravo Mawar Hijau adalah mitra kami,” ujarnya.

Materi utama yang disosialisasikan adalah:

1. Undang-Undang Cukai (terbaru beserta aturan turunannya) bagi organisasi kemasyarakatan.
2. Dampak Lingkungan dari peredaran rokok ilegal (limbah kemasan palsu, polusi tembakau tanpa filter standar).
3. Peran Ormas dan Lembaga sebagai agen deteksi dini sekaligus cegah dini pelapor jika menemukan indikasi penjualan rokok tanpa pita cukai resmi di lingkungan masing-masing.

Pernyataan Aktivis Bravo Mawar Hijau

Perwakilan Bravo Mawar Hijau menyambut positif undangan tersebut. Menurut mereka, selama ini fokus gerakan hanya pada sampah plastik dan penghijauan, namun isu cukai rokok ilegal memiliki kaitan erat dengan beban lingkungan.

“Kami siap menjadi mata dan telinga Pemerintah Kota. Banyak rokok ilegal yang dikemas dalam plastik murah dan dijual di warung tanpa pengelolaan sampah. Ini darurat ekologis juga,” tegas koordinator lapangan Bravo Mawar Hijau di sela acara.

Peserta dan Lokasi

Undangan yang terkonfirmasi hadir antara lain:

· Para ketua lembaga kemasyarakatan
· Aktivis lingkungan dari 4 kecamatan se-Kota Tegal.
· Perwakilan dari komunitas pemuda dan karang taruna.kota Tegal
Narasumber dari , propinsi Jateng ibu sarworini ,Dari bea cukai bapa Fatur ,satpol PP kota Tegal pa Tasripin ,dan kesbang pol kota Tegal
Lokasi: Hotel P Premiere, Jl. Yos Sudarso No. 10, Mintaragen, Kec. Tegal Timur. Tempat ini dipilih karena akses strategis dari arah pesisir maupun pusat kota, serta memiliki ruang besar yang mendukung protokol kesehatan (jika masih relevan) dan diskusi panel.

Harapan ke Depan

Bakesbangpol menargetkan agar usai sosialisasi ini, setiap ormas dan aktivis lingkungan dapat membuat pernyataan sikap bersama serta melaporkan secara rutin setiap temuan rokok ilegal ke Satpol PP dan Bea Cukai Tegal.

Redaksi Mawar Hijau News akan terus memantau tindak lanjut dari hasil sosialisasi ini, terutama rencana aksi edukasi ke warung-warung di wilayah Tegal Timur dan Selatan.wilayah Tegal kota maupun kab Tegal,

Reporter: Tim Liputan Mawar Hijau News
Editor: Redaksi
Lokasi: Kota Tegal, 15 April 2026

Breaking news kabar Tegal perjalanan sang mandor tales 5 bulan di kDKMP koprasi merah putih

Breaking news kabar Tegal wilayah kec pagerbarang kab Tegal Rabu 15 April 2026 , perjalanan sang mandor tales hal pembangunan kDKMP koprasi merah putih tentang
Perjuangan 5 Bulan Proyek Koperasi Merah Putih di Wilayah Pagerbarang

Panglima Lapangan: Sang Mandor Tales (sebutan akrab untuk koordinator lapangan) beserta jajaran KDKMP (Kelompok Dewan Koperasi Merah Putih) wilayah Pagerbarang.

Kronologi & Tantangan 5 Bulan Terakhir:

1. Awal Penugasan (Bulan 1-2): Mandor Tales diberi tanggung jawab penuh oleh pengurus pusat Koperasi Merah Putih untuk mengawal proyek strategis di 10 titik lokasi di wilayah binaan. Tantangan awal: sosialisasi ke warga yang sebagian masih ragu, koordinasi dengan perangkat desa, serta identifikasi lahan dan sumber daya.
2. Dinamika Lapangan (Bulan 3-4):
· Ditolak & Diterima: Di beberapa titik, warga awalnya menolak karena proyek dianggap mengganggu lahan pertanian atau aktivitas harian. Namun berkat pendekatan humanis oleh Babinsa dan Mandor, perlahan warga membuka hati. Ada juga titik yang langsung antusias karena melihat potensi ekonomi.
· Pahitnya Perjalanan: Cuaca ekstrem di Kabupaten Tegal (hujan deras dan banjir lokal) menghambat distribusi material. Beberapa kali alat berat terperosok di jalan desa yang rusak. Mandor Tales harus memutar otak mengatur ulang jadwal dan meminjam peralatan dari desa tetangga.
· Peran Babinsa: Para Babinsa (Bintara Pembina Desa) tidak hanya mengawal keamanan, tapi juga ikut gotong royong memikul material, mendampingi negosiasi dengan tokoh masyarakat, dan memberi semangat setiap pagi sebelum tim mulai bekerja.
3. Kondisi Terkini (Bulan ke-5): Progres “Merah Putih” (sebutan untuk target fisik proyek) sudah mencapai 60-70% di 7 titik. Tiga titik lainnya masih terkendala akses jalan dan konflik kecil antarwarga. Namun semangat tetap menyala.

Peran Khusus “Pejuang Rupiah”:
Mereka adalah para pekerja harian, kuli angkut, dan operator alat berat yang rela digaji pas-pasan namun tetap loyal. Mandor Tales kerap merogoh kocek pribadi untuk membeli makan siang mereka saat dana operasional terlambat turun. “Rasa tanggung jawab lebih besar dari rasa lelah,” begitu kata Mandor.

Target Percepatan 10 Titik:
Instruksi terbaru dari komando pusat: “Fokuskan percepatan 10 titik supaya cepat selesai. Apapun yang terjadi.” Artinya:

· Menggeser prioritas: titik dengan hambatan kecil diselesaikan dulu dalam waktu 2 minggu.
· Titik berat: mengerahkan seluruh personel Babinsa dan dan masyarakat ke 3 titik tersulit.
· Strategi: kerja dua shift (pagi-sore), memanfaatkan cuaca cerah, serta mengundang kepala desa setempat untuk turun langsung memediasi konflik.

Makna “Bravo Mawar Hijau” di Kabupaten Tegal:
Mawar Hijau adalah simbol ketangguhan dan kesuburan. Di wilayah Tegal, ini menjadi jargon semangat para kader koperasi dan TNI AD (Babinsa) yang selalu bergerak di akar rumput. Salam lestari berarti menjaga keberlanjutan proyek untuk kesejahteraan rakyat, bukan sekadar target fisik.

Penutup Lapangan:
Mandor Tales berpesan melalui HT: “Kita nangis bentar kalau perlu, tapi jangan berhenti. Ingat, ini untuk koperasi kita, untuk merah putih. Tetap sinergi, jaga kesehatan, percepat 10 titik. Salam lestari, Bravo Mawar Hijau!”

Demikian penjabaran perjalanan sang mandor dan para Babinsa di lapangan Semoga semangat ini terus membara hingga proyek rampung.