Category Bravo Mawar Hijau

Breaking news kabar tegal -jatibarang hadir SUAR copy untuk solusi dan aspirasi

Breaking news kabar seputar tegal jatibarang
*Suar Copy Resmi Hadir di Pertigaan Jatibarang Tegal, Jadi Ruang Aspirasi Warga Sambil Ngopi*

TEGAL-JATIBARANG 11 Agustus 2026* – Warga Tegal, khususnya di wilayah Jatibarang, kini memiliki ruang publik baru untuk bersantai sekaligus berdiskusi. Suar Copy resmi membuka gerainya di Pertigaan Jatibarang, tepatnya di sebelah barat gerai Indomaret.

Kehadiran Suar Copy tidak hanya sebagai kedai kopi biasa. Tim Suar Copy menyebut tempat ini sebagai ruang konsolidasi aspirasi masyarakat. Dengan konsep “ngopi sambil pres pikiran”, Suar Copy ingin menjadi wadah warga untuk menyampaikan ide, keluh kesah, hingga gagasan membangun lingkungan.

“Kami hadir untuk warga Tegal Jatibarang yang ingin nyante dengan ketenangan. Di sini semua aspirasi bisa disuarakan sambil ngopi. Suasananya kami buat sejuk, nyaman, dan aman agar warga betah,” ujar perwakilan Tim Suar Copy saat konsolidasi tim di lokasi.

Berada di titik strategis pertigaan Jatibarang, lokasi Suar Copy dinilai mudah dijangkau. Lingkungan sekitar yang asri ditambah konsep kedai yang mengedepankan kenyamanan diharapkan dapat menjadi destinasi baru bagi warga yang ingin melepas penat.

Tim Suar Copy menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian suasana lingkungan serta menjadi bagian dari ekosistem sosial di Jatibarang.

Bagi warga yang mencari tempat ngopi dengan suasana berbeda, Suar Copy menawarkan solusi: tempat yang tidak hanya menyajikan kopi, tetapi juga ruang untuk didengar.

*Tentang Suar Copy*
Suar Copy adalah ruang publik dan kedai kopi yang mengusung semangat keterbukaan aspirasi. Berlokasi di Pertigaan Jatibarang, sebelah barat Indomaret, Suar Copy hadir untuk menciptakan suasana ngopi yang lestari, sejuk, nyaman, dan aman bagi seluruh warga.

*Informasi lebih lanjut:*
Suar Copy – Pertigaan Jatibarang, selatan indomaret copy sebagai solusi

Breaking news Bravo mawar hijau jawa tengah & persit kodim 0712 tegal Ramaikan kegiatan HUT kemerdekaan republik indonesia yg ke -81

BRAVO MAWAR HIJAU NEWS
_Tegal, 7 Agustus 2026_

Persit Kodim 0712/Tegal Gelar Aneka Lomba, Semarakkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

*TEGAL* — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXII Kodim 0712/Tegal menggelar rangkaian perlombaan di Indoor Lapangan Tenis Makodim 0712/Tegal. Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh seluruh anggota Persit.

Beragam lomba yang dikemas dengan nuansa kebersamaan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Persit dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan sekaligus mempererat soliditas internal organisasi.

Ketua Persit KCK Cabang XXII Kodim 0712/Tegal, Ny. Dian Rahmat Ferdiantono, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak semata-mata untuk mencari juara.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan sportivitas di lingkungan Persit. Perlombaan ini bukan hanya untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi momentum memperkuat solidaritas serta memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Ny. Dian di sela kegiatan.

Semangat kemerdekaan terasa kental sepanjang acara. Sorak sorai dan dukungan antar peserta mewarnai setiap perlombaan, menciptakan suasana yang meriah namun tetap penuh kekompakan.

Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk meneladani semangat juang para pahlawan. Ny. Dian berharap, melalui peringatan ini seluruh anggota Persit semakin termotivasi untuk mendukung tugas suami sebagai prajurit TNI dalam mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

“Kemerdekaan adalah hasil perjuangan. Kita sebagai keluarga besar TNI harus terus menjaga nilai-nilai perjuangan itu dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan Kodim 0712/Tegal ini diharapkan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kegiatan positif yang membangun persatuan, baik di lingkungan militer maupun masyarakat luas.

*Reporter: Tim Mawar Hijau News*
*Editor: Redaksi Mawar Hijau News*
Jurnalis: mr xxx 082317723478

Breaking news kabar seputar kabupaten tegal semangat siraman rohani ibu persit kartika chandra kirana kodim tegal

BREAKING NEWS
MAWAR HIJAU- KODIM 0712 TEGAL

Ratusan Ibu Persit Kodim 0712/Pagongan Ikuti pengajian dan Kajian Rutin di Masjid Al Jihad, Angkat Tema Perjalanan Nabi Adam

*PAGONGAN* — Semangat siraman rohani membalut kegiatan ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 0712/Pagongan pagi ini. Sebanyak perwakilan dari 22 Koramil jajaran Kodim 0712/Pagongan hadir memenuhi Masjid Al Jihad untuk mengikuti kegiatan kajian rutin yang dirangkai bersama kegiatan semi organisasi Persit.

Kegiatan yang digelar pada Rabu, 6 Agustus 2026 ini menghadirkan penceramah Ustadz Faizal Hartoyo dari Pondok Pesantren Gontor. Dengan gaya ceramah yang lugas dan menyentuh, beliau mengupas tema _“Perjalanan Nabi Adam: Dari Kehidupan di Surga hingga Turun ke Alam Dunia”_.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Faizal mengurai kronologi penciptaan Nabi Adam AS, nikmat kehidupan di surga, hingga hikmah dibalik diturunkannya manusia pertama ke bumi. Beliau juga menguatkan materi dengan dalil-dalil Al-Qur’an dan hadist shahih sebagai rujukan, agar jamaah tidak hanya paham secara kisah, tetapi juga secara syariat.

Ini bukan sekadar kisah. Ini pelajaran tentang ketaatan, kesalahan, taubat, dan bagaimana Allah Maha Pengampun. Dari surga ke dunia, kita diajarkan untuk terus berjuang menjaga iman di tengah ujian,” tegas Ustadz Faizal di hadapan ratusan jamaah.

Ketua Persit KCK Cabang Kodim 0712/Pagongan dalam kegiatan dan kehadiran menyampaikan apresiasi atas antusiasme anggota dari 22 Koramil yang meluangkan waktu hadir. Menurutnya, kegiatan siraman rohani ini menjadi bagian penting dari pembinaan mental spiritual keluarga besar Kodim.

Selain mempererat silaturahmi antar ibu Persit se-jajaran, kajian ini juga menjadi bekal kita dalam mendampingi suami bertugas dan mendidik anak di rumah. Harapannya kegiatan rutin seperti ini terus berlanjut dan memberi manfaat,” ujarnya.

Suasana khidmat terasa sejak awal hingga akhir acara. Usai ceramah, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan ramah tamah antar anggota Persit dari berbagai Koramil.

Para peserta mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat. “Ilmunya daging semua. Jadi ingat lagi tentang asal-usul kita dan tujuan hidup di dunia,” kata salah satu ibu Persit dari Koramil wilayah selatan.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan, Kodim 0712/Pagongan melalui Persitnya terus berupaya menjadikan kegiatan rutin ini sebagai ruang memperkuat iman, mempererat kekeluargaan, dan menebarkan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Reporter: Tim Mawar Hijau
Lokasi: Masjid Al Jihad, Pagongan

Salam indonesia lestari

Kabar seputar Duit &Doa usaha iman takwa kita butuh duit tapi jangan di perdaya duit &semangat cari duit yg positif tapi jangan pelit

Kabar Duit yg bikin gagah ,jamin segala kita butuh duit tapi jangan di perdaya duit kajian Duit

*Doa + Usaha + Iman + Takwa* itu paket lengkapnya. Duit emang bikin banyak urusan jadi lebih gampang di dunia nyata. Punya pegangan finansial, ngomong jadi didenger, bisa bantu keluarga, bisa sedekah, bisa berjuang tanpa nengok kiri kanan.

Tapi kamu udah nyebut kuncinya juga: *hati-hati jangan diperdaya duit*.
Karena kalau duit yang mimpin kita, gampang banget kejebak:
– *Pangkat kalah sama duit* kalau duitnya halal dan berkah, orang respect. Tapi kalau caranya kotor, pangkat juga bisa ambruk.
– *Semua bisa diperintah* kalau niatnya nolong. Kalau niatnya nginjek orang, lama-lama kita juga yang diperbudak duit.

Jadi semangat carinya, tapi versi positifnya:

*1. Cari duit yang barokah*
Kerja, jualan, skill, konten, dagang. Apa aja asal halal. Doa jalan, ikhtiar jalan.
*2. Duit buat alat, bukan tujuan*
Dipakai buat makan, sekolahin anak, bangun usaha, bantu orang. Bukan buat pamer doang.
*3. Jaga iman biar nggak silau*
Pas duit dateng, tetep sujud. Pas duit seret, tetep usaha. Itu yang bikin “gagah” beneran.

Intinya: kejar duit, taklukin duit, jangan sampai kita yang ditaklukin duit.

Lagi perjuangin usaha apa sekarang? Biar kita bedah bareng cara ngegedeinnya yang positif 💪

Breaking news kabar seputar kab tegal kerajinan bambu wulung yg hampir punah

 

–

 

Breaking news kabar kabupaten tegal Desa Dukuh salam
Selasa, 4 Agustus 2026

Kerajinan Bambu Wulung Dukuh Salam Terancam Punah, Pemuda dan Aktivis Lingkungan Dorong Pemkab Tegal Jadikan Produk Unggulan*

TEGAL— Di tengah gempuran produk serba digital dan massal, warisan kerajinan tangan dari *Desa Dukuh Salam, Kabupaten Tegal* masih bertahan. Kerajinan *bambu wulung* yang sudah diwariskan turun-temurun kini disuarakan kembali oleh pemuda lokal dan komunitas lingkungan agar tidak hilang ditelan zaman.

Inisiatif ini digawangi oleh *Mas Indra Era Fani* bersama *Team Pemerhati Lingkungan Mawar Hijau*. Mereka menilai bambu wulung bukan sekadar kerajinan, tapi jejak sejarah dan identitas warga Dukuh Salam yang wajib dilestarikan.

“Ini karya legendaris masyarakat Dukuh Salam. Banyak tangan-tangan kreatif di desa kami, tapi selama ini belum ada dukungan yang serius dari pemerintah. Kalau tidak kita jaga dari sekarang, bisa punah,” ujar Mas Indra Era Fani saat ditemui di Dukuh Salam, Senin 3 Agustus 2026.

*Warisan yang Perlu Diangkat Jadi UMKM Unggulan*

Menurut Mawar Hijau, kerajinan bambu wulung memiliki nilai ekonomi, budaya, dan ekologi sekaligus. Bambu wulung dikenal kuat, lentur, dan punya warna khas kehitaman yang tidak dimiliki bambu biasa. Produknya mulai dari alat rumah tangga, hiasan, hingga souvenir.

Selama ini para pengrajin bergerak mandiri. Minim pelatihan, minim akses pasar, dan belum masuk dalam program pengembangan UMKM daerah.

“Kami mendorong Pemerintah Kabupaten Tegal untuk hadir. Arahkan, bina, dan promosikan kerajinan ini sebagai produk unggulan Kabupaten Tegal. Ini bisa mengangkat ekonomi warga dan membuka lapangan kerja baru,” tegas perwakilan Mawar Hijau.

#### *Ajakan Lestarikan Produk Lokal*

Tim Mawar Hijau juga mengajak generasi muda Dukuh Salam untuk tidak meninggalkan keterampilan leluhur. Di era modern, justru produk lokal dan handmade punya nilai jual tinggi karena orisinalitasnya.

“Jangan sampai kita punya karya bagus tapi kita sendiri yang melupakan. Pemerintah, swasta, dan masyarakat harus kolaborasi. Dukuh Salam bisa jadi contoh desa kreatif berbasis budaya,” tambahnya.

Hingga saat ini belum ada program khusus dari Pemkab Tegal untuk bambu wulung Dukuh Salam. Para pengrajin berharap, momentum Agustus 2026 ini bisa jadi titik balik agar kerajinan tersebut mendapat perhatian serius dan masuk dalam peta ekonomi kreatif daerah.

*Tentang Mawar Hijau*
Team Pemerhati Lingkungan Mawar Hijau adalah komunitas warga Dukuh Salam yang fokus pada pelestarian lingkungan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi lokal berbasis sumber daya alam berkelanjutan.

*Narahubung:*
Mas Indra Era Fani
Team Pemerhati Lingkungan Mawar Hijau – Dukuh Salam

*Salam Indonesia Lestari*

 

 

Breaking news kabar seputar situs semedo Bravo mawar hijau perkuat dorong majunya wisata pasar langgeng lestari

Kabar seputar situs semedo kec kedung banteng kab tegal mawar hijau nasional

*TEGAL, 3 Agustus 2026* – Semangat kolaborasi antara pemerintah desa, komunitas budaya, dan masyarakat kembali menguat di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal. Melalui sinergi *Komunitas Budaya Semedo, Komunitas Peduli Situs Semedo / KPSS, Bravo, Mawar Hijau*, dan dukungan penuh *Pemerintah Desa Semedo*, kawasan Situs Semedo kini resmi didorong sebagai pusat *Wisata Edukasi Lingkungan* berbasis UMKM yang peduli budaya dan alam.

Situs Semedo merupakan salah satu situs purbakala terakhir yang ditemukan di Pulau Jawa. Keunikan utamanya adalah ditemukannya fosil *gajah kerdil _Stegodon*_, satu-satunya di Indonesia. Temuan ini menjadi modal besar bagi Desa Semedo untuk berkembang menjadi desa wisata berbasis cagar budaya.

*Koordinasi Lintas Sektor Wujudkan Ekosistem Wisata*
Dalam setahun terakhir, berbagai aksi nyata telah dijalankan. Pada 12 Januari 2026, *Komunitas Budaya Semedo* bersama *Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal* menggelar penanaman 250 pohon trembesi, kosambi, dan jati di Hutan Semedo serta pemasangan prasasti di lokasi temuan fosil. Aksi ini bagian dari gerakan *#SinergiHijauBudaya* untuk memadukan pelestarian lingkungan dengan nilai sejarah. post-949736649365724950999

Tak hanya itu, program *Gerakan BISA* – Bisa, Indah, Sehat, Aman – juga digulirkan dengan dukungan Wakil Ketua Komisi X DPR RI dan Kemenparekraf. Program ini menegaskan bahwa kemajuan wisata hanya bisa dicapai jika pemerintah pusat, daerah, pengusaha, komunitas, dan masyarakat berjalan bersama.

*UMKM Berbasis Budaya dan Lingkungan Jadi Tulang Punggung*
Penguatan ekonomi warga menjadi fokus utama. *KPSS* telah mengembangkan lini usaha: penjualan souvenir kriya kayu, kaos bertema Museum Semedo, paket wisata, dan jasa pemandu wisata. Di *Pasar Langgeng Semedo*, UMKM lokal menjajakan kuliner khas, sementara pertunjukan tari kuntulan dan gamelan digelar setiap tahun saat Festival Semedo.

“Komunitas tidak hanya menjaga situs, tapi juga menciptakan lapangan kerja baru. Souvenir kami sekarang pakai bahan lebih baik dan desain yang mengangkat identitas Semedo”.

*Dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah*
Dukungan semakin menguat setelah pertemuan Bupati Tegal dengan *Kementerian Kebudayaan RI* pada Agustus 2025. Dalam pertemuan itu dibahas promosi Situs Semedo, pengembangan kuliner dan kerajinan, serta rencana renovasi gedung kesenian daerah. post-662959899055011209817

Kepala Desa Semedo menegaskan komitmennya: “Pemdes siap ACC dan memfasilitasi seluruh program kemajuan masyarakat. Kami ingin Semedo jadi contoh desa yang maju karena budayanya dijaga, lingkungannya lestari, dan UMKM-nya tumbuh.”

*Tentang Museum Semedo*
Museum Semedo kini dioptimalkan sebagai daya tarik wisata edukasi. Pengunjung diajak tur dengan pemandu, belajar langsung tentang koleksi purba, serta memahami proses registrasi, perawatan, dan pemanfaatan koleksi museum.

—

*Untuk informasi lebih lanjut dan liputan:*
*Komunitas Budaya Semedo*
Kontak: 0857-4344-0237
Instagram: @budayasemedo | TikTok: @budayasemedo
Facebook: Budaya Semedo

*#SemedoSinergi #WisataEdukasi #UMKMBerbasisLingkungan #CagarBudayaTegal*

—
*Tentang Desa Semedo*
Desa Semedo, Kec. Kedungbanteng, Kab. Tegal, adalah lokasi situs purbakala dengan temuan fosil manusia dan hewan purba sejak 1987. Pada 2005 situs ini resmi ditetapkan sebagai Situs Purbakala oleh Dinas P&K Kab. Tegal.

Salam indonesia lestari

Breaking news kabar seputar tegal jawa tengah pemerhati lingkungan bravo mawar hijau & komunitas budaya semedo ingatkan jaz merah situs semedo

KABAR SEPUTAR SITUS SEMEDO BERITA NASIONA BRAVO MAWAR HIJ@U

*Silaturahmi Trah Semedo di Kedung Banteng: Menyatukan Jejak Leluhur untuk Masa Depan Wisata Budaya dan Lingkungan*

Pertemuan silaturohmi Komunitas Budaya Semedo dan Pemerhati Lingkungan Bravo Mawar Hijau jadi momentum menghidupkan nilai sejarah, budaya, dan kelestarian alam

*Semedo, selasa 28 julli 2026 – Di tengah perjalanan waktu yang mempertemukan para cucu, buyut, hingga garis alam yang mempertemukan, Situs Semedo di Kedung Banteng kembali menjadi titik temu. Bukan sekadar pertemuan keluarga besar trah, tetapi juga langkah menyambung tali silaturahmi dan menyatukan visi untuk menjadikan Semedo sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan lingkungan.

Komunitas Budaya Semedo berkumpul bersama para pemerhati lingkungan dari *Bravo Mawar Hijau*. Pertemuan ini menjadi momentum sejarah untuk menggugah kesadaran bersama: menjaga warisan sesepuh dan leluhur tidak bisa dipisahkan dari menjaga alam.

“Kami datang bukan hanya untuk mengenang. Kami datang untuk menyambung. Menyambung sejarah, menyambung budaya, dan menyambung tanggung jawab kami pada alam dan anak cucu,” ujar eyang sis

Dalam diskusi yang berlangsung, dua isu utama mengemuka:
1. *Pelestarian Budaya*: Menjaga peninggalan leluhur, nilai-nilai adat, dan “jejak merah” sejarah Semedo agar tidak tergerus zaman.
2. *Pelestarian Lingkungan*: Menguatkan peran masyarakat dalam merawat kawasan situs agar tetap lestari dan menjadi daya tarik wisata yang bertanggung jawab.

Pemerhati lingkungan dari *Bravo Mawar Hijau* menegaskan bahwa wisata hanya akan bertahan jika alamnya dijaga. “Semedo punya cerita besar. Kalau budayanya hidup dan lingkungannya sehat, maka ini bisa jadi contoh destinasi yang mengedukasi, bukan merusak,” katanya.

Pertemuan ini juga menjadi seruan kepada pemerintah daerah dan pusat agar lebih peduli. Komunitas berharap ada konsep pengelolaan yang jelas, melibatkan masyarakat adat dan komunitas, serta berpihak pada pelestarian, bukan eksploitasi.

“Jangan sampai kita sekali-kali melupakan sejarah. Dari sejarah inilah kita tahu jati diri. Dari alam inilah kita hidup,” tutup perwakilan peserta.

Dengan semangat *Indonesia Lestari*, para peserta sepakat menjadikan pertemuan ini sebagai langkah awal sinergi jangka panjang: antara trah, komunitas budaya, pegiat lingkungan, dan pemerintah untuk membangun Semedo Kedung Banteng sebagai destinasi wisata yang bermartabat.

*Tentang Situs Semedo Kedung Banteng*
Situs Semedo adalah kawasan cagar budaya yang menyimpan jejak peradaban manusia purba dan nilai-nilai leluhur masyarakat sekitar. Kini, situs ini terus diupayakan menjadi ruang edukasi, wisata budaya, dan konservasi lingkungan.

*Narahubung:*
Mr xx ( mawar hijau news )082317723478

Breaking news kabar seputar situs semedo sinergi mawar hijau ,Bpdas UPS Bina desa sakti dan komunitas sosial budaya semedo perihal kepedulian lingkungan

BREAKING NEWS KABAR TEGAL -JAWA TENGAH

Bravo Mawar Hijau” Galang Sinergi di Tegal: Tanam Cemara, Hidupkan Pasar Langgeng, Jaga Situs Semedo*

*TEGAL, Jawa Tengah – 25 Juli 2026*
Kepedulian terhadap lingkungan, budaya, dan keberlanjutan ekonomi warga kembali digelorakan di Kabupaten Tegal. Melalui gerakan *”Bravo Mawar Hijau – Pengayom Hayati Hijau Indonesia”*, berbagai elemen masyarakat bersinergi menggelar aksi nyata yang memadukan pelestarian alam, penguatan budaya, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Kegiatan ini digagas bersama oleh *BPDAS Provinsi Jawa Tengah*, *Komunitas Budaya Semedo*, *Universitas Panca Sakti Tegal – Bina Desa Sakti*, dan para *pemerhati lingkungan* di wilayah Tegal.

*Tujuan: Membangun Kesadaran Kolektif yang Berkelanjutan*
Inti dari gerakan ini adalah menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan sebagai penyangga kehidupan. Tidak berhenti di satu aksi, kegiatan ini dirancang *berkelanjutan* dengan fokus pada 3 pilar:

1. *Lingkungan*: Penanaman pohon cemara sebagai simbol keteguhan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan. Pohon cemara dipilih karena filosofinya: kokoh, menjulang, dan mampu menjadi penopang ekosistem.
2. *Budaya*: Menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal melalui *Komunitas Budaya Semedo*. Kawasan Situs Semedo dan lingkungannya akan dijaga bersama sebagai ruang edukasi budaya dan ekologi.
3. *Ekonomi Warga*: Menggerakkan kembali *Pasar Langgeng* sebagai pusat interaksi sosial dan ekonomi masyarakat, agar semangat pelestarian juga berdampak langsung pada kesejahteraan.

Sinergi dengan Pemerintah*
Gerakan ini menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dengan *Pemerintah Kabupaten Tegal*. Kolaborasi penta-helix antara pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan media diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana kepedulian lingkungan bisa dijalankan secara terstruktur dan berdampak luas.

“Bravo Mawar Hijau hadir bukan hanya sebagai simbol. Kami ingin menjadi pengayom hayati hijau Indonesia, dimulai dari Tegal. Menanam satu pohon cemara hari ini adalah investasi keteguhan untuk anak cucu kita esok,” ujar perwakilan koalisi kegiatan.

#### *Mengapa Semedo?*
Situs Semedo dipilih karena memiliki nilai sejarah, budaya, dan ekologi yang strategis. Dengan menjaganya, kita tidak hanya merawat situs, tetapi juga merawat identitas dan daya dukung lingkungan di sekitarnya.

Kegiatan penanaman pohon cemara dan penguatan Pasar Langgeng ini menjadi langkah awal dari rangkaian program berkelanjutan yang akan terus dikawal oleh seluruh pihak yang terlibat.

*Tentang Bravo Mawar Hijau*
Bravo Mawar Hijau adalah gerakan kepedulian lingkungan dan budaya yang mengusung semangat “Pengayom Hayati Hijau Indonesia”. Fokusnya pada aksi nyata pelestarian alam, penguatan komunitas budaya, dan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan di tingkat desa.

*Narahubung Media:*
[Mawar hijau news& kontak 082317723478]

Breaking news Bravo mawar hijau nasional kodim tegal gelar upacara tmmd sengkuyung tahap III Ta 2026 di jatinegara

Breaking news Bravo mawar hijau jawatengah
*KODIM 0712/TEGAL GELAR UPACARA PEMBUKAAN TMMD SENGKUYUNG TAHAP III TA. 2026 DI JATINEGARA*

*TEGAL* – Semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali ditegaskan melalui pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Desa Kedungwungu, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Upacara pembukaan dilaksanakan Rabu, 15 Juli 2026 pukul 08.00 WIB dan diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai unsur.

Bupati Tegal H. Ischak Maulana Rohman, S.H., M.M. bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanatnya beliau menekankan bahwa TMMD bukan sekadar program fisik, melainkan gerakan bersama untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Tegal. Di antaranya Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Rachmat Ferdiantono, S.H., http://M.Han., Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H., Kapolresta Tegal AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, S.I.K., Danlanal Tegal Letkol Laut (P) Tato Taufiqurrahman, Dansatradar 403 Tegal Letkol Lek Indra Febrian Nugraha, serta perwakilan Danbrigif 4/DR Mayor Inf H. Sanova.

Sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat juga tampak hadir. Mulai dari perwakilan Kajari Kabupaten Tegal, para Danramil jajaran Kodim 0712/Tegal, Forkopincam Jatinegara, para Kepala Desa se-Kecamatan Jatinegara, hingga Ketua Persit Cab XXII Kodim 0712/Tegal Ibu Dian Rahmat Ferdiantono.

Upacara dipimpin Kapten Kav Badrun selaku Komandan Upacara, dengan Pengatur Upacara Kapten Cba Sutikno Danramil 16 Margasari dan Perwira Pelaksana Letda Cba Sartimin Eko P Danramil 12 Jatinegara.

Peserta upacara terdiri dari gabungan TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, Satpol PP, Korpri, Linmas, Ormas, OSIS, dan Pramuka. Keterlibatan multi unsur ini menjadi simbol kuat sinergitas dalam menyukseskan program TMMD.

Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Rachmat Ferdiantono menyampaikan, sasaran TMMD Sengkuyung Tahap III di wilayah Jatinegara difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan kegiatan non-fisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Melalui TMMD kita wujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat. Harapannya, hasil pembangunan ini dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga Desa Kedungwungu dan sekitarnya,” ujarnya.

Upacara berlangsung khidmat, aman dan lancar hingga selesai pukul 11.00 WIB.

Bravo [MRxxx/mawarhijau news]*

Breaking news kabar kab tegal seputar Desa pendawa adakan sedekah bumi & nguri -uri budaya sejarah desa pendawa kec lebaksiu kab tegal

BREAKING NEWS KABAR SEPUTAR KAB TEGAL Bravo mawar hijau
*Warga Desa Pendawa Lebaksiu Gelar Sedekah Bumi dan Khaul Massal, Teguhkan Pesan “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”*

Tradisi leluhur kembali dihidupkan. Ratusan warga Desa Pendawa, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menggelar acara rutin tahunan *Peringatan Sedekah Bumi dan Khaul Massal Masyarakat Desa Pendawa*.

Kegiatan yang mengusung tema *”Merawat Jagat Dengan Tradisi dan Toleransi”* ini menjadi penanda kuat bahwa di tengah gempuran era modern, nilai budaya Jawa masih dipegang teguh oleh masyarakat.

Spanduk besar bertuliskan _PERINGATAN SEDEKAH BUMI DAN KHAUL MASSAL MASYARAKAT DESA PENDAWA KEC. LEBAKSIU_ terpampang sebagai simbol dimulainya rangkaian acara sakral tersebut.

### *Nguri-uri Budaya, Tolak Lupa Sejarah*
Acara ini tidak hanya seremoni adat. Bagi warga Pendawa, Sedekah Bumi dan Khaul Massal adalah bentuk _nguri-uri_ atau melestarikan budaya adat Jawa agar tidak ditinggalkan.

“Ini pesan JAS MERAH, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah,” ujar salah satu perangkat desa. “Di zaman sekarang banyak yang melupakan akar. Lewat kegiatan ini kami mengingatkan kembali, termasuk soal adab sejarah kepada generasi muda.”

Pemerintah Desa bersama masyarakat sengaja menjadikan momentum ini sebagai ruang menggugah kesadaran kolektif. Bahwa menjaga alam, menghormati leluhur, dan merawat tradisi adalah bagian dari identitas bangsa.

### *Dipusatkan di Situs Candi Watu Pendawa, Berbadan Hukum Resmi*
Yang membedakan kegiatan di Desa Pendawa adalah lokasinya. Seluruh rangkaian Sedekah Bumi dipusatkan di *Situs Candi Watu Pendawa*, sebuah situs bersejarah yang diyakini warga sebagai tempat leluhur dan pusat spiritual desa.

Untuk pengelolaannya, warga telah membentuk *Perkumpulan Watu Lumpang Pendawa*. Perkumpulan ini telah berbadan hukum dan tercatat resmi di *Kementerian Hukum dan HAM RI dengan Nomor http://AHU-0001189.AH.01.07 Tahun 2022*.

Struktur organisasinya pun sudah lengkap. Ada Ketua, Sekretaris, Bendahara, hingga bidang-bidang lain yang bertugas mengelola sekretariat, kegiatan adat, dan pelestarian situs.

“Dengan adanya legalitas ini, kami ingin masyarakat dan pemerintah tahu. Pengelolaan tradisi dan situs ini serius, terstruktur, dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelas pengurus perkumpulan.

Peran Sesepuh: Penjaga Nilai Keluarga Besar Mbah Sarya bin Danyar*
Kekuatan moral acara ini bertumpu pada para *sesepuh Desa Pendawa*. Tokoh sentralnya adalah *Keluarga Besar Mbah Sarya bin Danyar*, yang secara turun-temurun menjadi rujukan dalam adat, doa, dan pelaksanaan khaul massal.

Para sesepuh memimpin doa, memberikan wejangan, dan memastikan seluruh prosesi berjalan sesuai pakem tradisi Jawa. Kehadiran mereka menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.

### *Makna di Balik Tradisi*
1. *Sedekah Bumi*: Ungkapan syukur atas hasil bumi, tolak bala, dan doa keselamatan desa.
2. *Khaul Massal*: Tahlil dan doa bersama untuk para leluhur desa. Bentuk penghormatan dan pengingat bahwa kita ada karena jasa mereka.
3. *Toleransi*: Tema tahun ini menekankan bahwa tradisi bisa hidup berdampingan dengan nilai agama dan kebhinekaan.

PJ Kepala Desa Pendawa menyampaikan apresiasi. Menurutnya, kegiatan ini adalah modal sosial yang luar biasa. “Pemerintah desa mendukung penuh. Ini bukan hanya acara adat, tapi juga wisata budaya dan pendidikan karakter bagi anak-anak kita.”

Di akhir acara, warga makan bersama dengan hidangan khas hasil bumi. Tawa, doa, dan kidung Jawa mengisi suasana.

Di Pendawa, tradisi tidak dimuseumkan. Tradisi dijalani, dirawat, dan diwariskan. Karena bagi warga di sini, memajukan desa berarti tidak melupakan siapa kita dan dari mana kita berasal.

*#JasMerah #MerawatJagat #BudayaJawa #Tegal* bravo mawar hijau Dpd kab tegal