Breaking news kabar seputar kab tegal kerajinan bambu wulung yg hampir punah
–
Breaking news kabar kabupaten tegal Desa Dukuh salam
Selasa, 4 Agustus 2026
Kerajinan Bambu Wulung Dukuh Salam Terancam Punah, Pemuda dan Aktivis Lingkungan Dorong Pemkab Tegal Jadikan Produk Unggulan*
TEGAL— Di tengah gempuran produk serba digital dan massal, warisan kerajinan tangan dari *Desa Dukuh Salam, Kabupaten Tegal* masih bertahan. Kerajinan *bambu wulung* yang sudah diwariskan turun-temurun kini disuarakan kembali oleh pemuda lokal dan komunitas lingkungan agar tidak hilang ditelan zaman.
Inisiatif ini digawangi oleh *Mas Indra Era Fani* bersama *Team Pemerhati Lingkungan Mawar Hijau*. Mereka menilai bambu wulung bukan sekadar kerajinan, tapi jejak sejarah dan identitas warga Dukuh Salam yang wajib dilestarikan.
“Ini karya legendaris masyarakat Dukuh Salam. Banyak tangan-tangan kreatif di desa kami, tapi selama ini belum ada dukungan yang serius dari pemerintah. Kalau tidak kita jaga dari sekarang, bisa punah,” ujar Mas Indra Era Fani saat ditemui di Dukuh Salam, Senin 3 Agustus 2026.
*Warisan yang Perlu Diangkat Jadi UMKM Unggulan*
Menurut Mawar Hijau, kerajinan bambu wulung memiliki nilai ekonomi, budaya, dan ekologi sekaligus. Bambu wulung dikenal kuat, lentur, dan punya warna khas kehitaman yang tidak dimiliki bambu biasa. Produknya mulai dari alat rumah tangga, hiasan, hingga souvenir.
Selama ini para pengrajin bergerak mandiri. Minim pelatihan, minim akses pasar, dan belum masuk dalam program pengembangan UMKM daerah.
“Kami mendorong Pemerintah Kabupaten Tegal untuk hadir. Arahkan, bina, dan promosikan kerajinan ini sebagai produk unggulan Kabupaten Tegal. Ini bisa mengangkat ekonomi warga dan membuka lapangan kerja baru,” tegas perwakilan Mawar Hijau.
#### *Ajakan Lestarikan Produk Lokal*
Tim Mawar Hijau juga mengajak generasi muda Dukuh Salam untuk tidak meninggalkan keterampilan leluhur. Di era modern, justru produk lokal dan handmade punya nilai jual tinggi karena orisinalitasnya.
“Jangan sampai kita punya karya bagus tapi kita sendiri yang melupakan. Pemerintah, swasta, dan masyarakat harus kolaborasi. Dukuh Salam bisa jadi contoh desa kreatif berbasis budaya,” tambahnya.
Hingga saat ini belum ada program khusus dari Pemkab Tegal untuk bambu wulung Dukuh Salam. Para pengrajin berharap, momentum Agustus 2026 ini bisa jadi titik balik agar kerajinan tersebut mendapat perhatian serius dan masuk dalam peta ekonomi kreatif daerah.
*Tentang Mawar Hijau*
Team Pemerhati Lingkungan Mawar Hijau adalah komunitas warga Dukuh Salam yang fokus pada pelestarian lingkungan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi lokal berbasis sumber daya alam berkelanjutan.
*Narahubung:*
Mas Indra Era Fani
Team Pemerhati Lingkungan Mawar Hijau – Dukuh Salam
*Salam Indonesia Lestari*





Leave a Reply