Breaking news kabar seputar situs semedo Bravo mawar hijau perkuat dorong majunya wisata pasar langgeng lestari
Kabar seputar situs semedo kec kedung banteng kab tegal mawar hijau nasional
*TEGAL, 3 Agustus 2026* – Semangat kolaborasi antara pemerintah desa, komunitas budaya, dan masyarakat kembali menguat di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal. Melalui sinergi *Komunitas Budaya Semedo, Komunitas Peduli Situs Semedo / KPSS, Bravo, Mawar Hijau*, dan dukungan penuh *Pemerintah Desa Semedo*, kawasan Situs Semedo kini resmi didorong sebagai pusat *Wisata Edukasi Lingkungan* berbasis UMKM yang peduli budaya dan alam.
Situs Semedo merupakan salah satu situs purbakala terakhir yang ditemukan di Pulau Jawa. Keunikan utamanya adalah ditemukannya fosil *gajah kerdil _Stegodon*_, satu-satunya di Indonesia. Temuan ini menjadi modal besar bagi Desa Semedo untuk berkembang menjadi desa wisata berbasis cagar budaya.
*Koordinasi Lintas Sektor Wujudkan Ekosistem Wisata*
Dalam setahun terakhir, berbagai aksi nyata telah dijalankan. Pada 12 Januari 2026, *Komunitas Budaya Semedo* bersama *Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal* menggelar penanaman 250 pohon trembesi, kosambi, dan jati di Hutan Semedo serta pemasangan prasasti di lokasi temuan fosil. Aksi ini bagian dari gerakan *#SinergiHijauBudaya* untuk memadukan pelestarian lingkungan dengan nilai sejarah. post-949736649365724950999
Tak hanya itu, program *Gerakan BISA* – Bisa, Indah, Sehat, Aman – juga digulirkan dengan dukungan Wakil Ketua Komisi X DPR RI dan Kemenparekraf. Program ini menegaskan bahwa kemajuan wisata hanya bisa dicapai jika pemerintah pusat, daerah, pengusaha, komunitas, dan masyarakat berjalan bersama.
*UMKM Berbasis Budaya dan Lingkungan Jadi Tulang Punggung*
Penguatan ekonomi warga menjadi fokus utama. *KPSS* telah mengembangkan lini usaha: penjualan souvenir kriya kayu, kaos bertema Museum Semedo, paket wisata, dan jasa pemandu wisata. Di *Pasar Langgeng Semedo*, UMKM lokal menjajakan kuliner khas, sementara pertunjukan tari kuntulan dan gamelan digelar setiap tahun saat Festival Semedo.
“Komunitas tidak hanya menjaga situs, tapi juga menciptakan lapangan kerja baru. Souvenir kami sekarang pakai bahan lebih baik dan desain yang mengangkat identitas Semedo”.
*Dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah*
Dukungan semakin menguat setelah pertemuan Bupati Tegal dengan *Kementerian Kebudayaan RI* pada Agustus 2025. Dalam pertemuan itu dibahas promosi Situs Semedo, pengembangan kuliner dan kerajinan, serta rencana renovasi gedung kesenian daerah. post-662959899055011209817
Kepala Desa Semedo menegaskan komitmennya: “Pemdes siap ACC dan memfasilitasi seluruh program kemajuan masyarakat. Kami ingin Semedo jadi contoh desa yang maju karena budayanya dijaga, lingkungannya lestari, dan UMKM-nya tumbuh.”
*Tentang Museum Semedo*
Museum Semedo kini dioptimalkan sebagai daya tarik wisata edukasi. Pengunjung diajak tur dengan pemandu, belajar langsung tentang koleksi purba, serta memahami proses registrasi, perawatan, dan pemanfaatan koleksi museum.
—
*Untuk informasi lebih lanjut dan liputan:*
*Komunitas Budaya Semedo*
Kontak: 0857-4344-0237
Instagram: @budayasemedo | TikTok: @budayasemedo
Facebook: Budaya Semedo
*#SemedoSinergi #WisataEdukasi #UMKMBerbasisLingkungan #CagarBudayaTegal*
—
*Tentang Desa Semedo*
Desa Semedo, Kec. Kedungbanteng, Kab. Tegal, adalah lokasi situs purbakala dengan temuan fosil manusia dan hewan purba sejak 1987. Pada 2005 situs ini resmi ditetapkan sebagai Situs Purbakala oleh Dinas P&K Kab. Tegal.
Salam indonesia lestari




Leave a Reply