
Breaking news kabar Tegal Jawa Tengah kodim 0712 Tegal kamis 30 April 2026 tentang Dampak surat perintah dan kurang singkronnya penujukan anggota untuk ikut dan surat perintah supaya di kaji ulang yg bikin surat perintah jadi nda menimbulkan konflik yg di tunjuk
*JUDUL: Diduga Miskomunikasi, Babinsa Tegal Kena Penugasan Ganda saat PAM Kunker Presiden*
*TEGAL, Mawar hijau news* – Kamis, 30 April 2026
Dugaan miskomunikasi dalam penerbitan surat perintah di Kodim 0712/Tegal mencuat jelang pengamanan kunjungan kerja Presiden RI di Banyumas. Sejumlah Bintara Pembina Desa (Babinsa) disebut menerima penugasan ganda: tetap tercantum dalam Surat Perintah PAM RI meski sedang melaksanakan dinas dalam di wilayah binaan.
Informasi yang
_Mawarhijau News_, Rabu 29/4, menyebutkan bahwa tumpang tindih perintah itu menimbulkan beban moril bagi anggota di lapangan. “Anggota sudah dinas dalam, tapi SP PAM RI tetap turun. Yang di bawah jadi serba salah. Tidak salah pun tetap kena,” kata seorang sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan.
*Kronologi versi sumber*
1. *Penunjukan personel*: Koramil mengajukan nama anggota untuk PAM RI kunker Presiden di Banyumas.
2. *Penerbitan SP*: Staf Kodim 0712/Tegal menerbitkan surat perintah berdasarkan usulan tersebut.
3. *Bentrok jadwal*: Belakangan diketahui beberapa nama yang ditunjuk sedang menjalankan dinas dalam, sehingga terjadi penugasan ganda.
Sumber menilai, persoalan berakar pada lemahnya koordinasi dan verifikasi lapangan sebelum SP diterbitkan. “Seharusnya dicek dulu. Anggota ini lagi kena kegiatan apa tidak. Jangan sampai yang jadi korban surat perintah itu anggota di bawah,” ujarnya.
Dia menegaskan, kritik ini dilontarkan demi perbaikan internal. “Bravo Mawar Hijau. Ke depan TNI harus makin profesional. TNI Maju, TNI Hebat, TNI Prima. Mohon dikaji ulang mekanismenya, baik oleh pembuat SP di Kodim maupun Danramil yang menunjuk anggota,” tambahnya.
*Konfirmasi masih ditunggu*
Hingga berita ini disusun, _Mawar hijau News_ belum memperoleh keterangan resmi dari Dandim 0712/Tegal maupun Kapenrem 071/Wijayakusuma. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat belum direspons.
Pakar militer dari Universitas Pertahanan, Kolonel (Purn) Agus S, saat dimintai tanggapan terpisah mengatakan, penugasan ganda seharusnya bisa dihindari dengan sistem kontrol personel yang ketat. “Prinsipnya satu orang satu tugas dalam satu waktu. Kalau terjadi dobel, berarti ada yang bolong di alur komando dan staf,” jelasnya.
*Catatan Redaksi*: Berita ini bersumber dari keterangan sepihak. _Metro News_ menjunjung tinggi asas keberimbangan dan memberikan hak jawab kepada Kodim 0712/Tegal, Korem 071/Wijayakusuma, serta pihak-pihak terkait untuk klarifikasi. Kedepan untuk di perbaiki kaji,lagi biar kedepan kodim tegal lebih propesional dan menjadi TNI prima ,TNI hebat salam bravo mawar hijau