
BREAKING NEWS BRAVO MAWAR HIJAU SiARAN PERS KABUPATEN TEGAK
BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) PROVINSI JAWA TENGAH
Update: Rabu, 4 Februari 2026, Pukul 16.00 WIB
BPBD JAWA TENGAH LAPORKAN PERKEMBANGAN PENANGANAN TANAH LONGSOR DI TEGAL
Slawi, 4 Februari 2026 – BPBD Provinsi Jawa Tengah melalui Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS-PB) melanjutkan koordinasi penuh dalam penanganan bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa yang dipicu oleh intensitas hujan tinggi ini.
Bencana yang terjadi pada Senin (2/2) malam sekitar pukul 19.00 WIB tersebut memberikan dampak signifikan terhadap infrastruktur. Sebanyak 104 unit rumah penduduk mengalami kerusakan dengan rincian 12 unit rusak berat, 28 unit rusak sedang, dan 64 unit rusak ringan. Bencana juga melanda sejumlah fasilitas publik, termasuk satu musholla, enam fasilitas pendidikan di lingkungan Ponpes Al-Adalah, serta satu Polindes (Poliklinik Desa).
Dampak pada Warga dan Upaya Tanggap Darurat
Sebanyak 150 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 470 jiwa terdampak langsung. Saat ini, 8 KK mengungsi secara terpusat, sementara 526 santri Pondok Pesantren Al-Adalah telah dievakuasi aman dan ditampung di Ponpes Dawuhan, Padasari. Proses evakuasi warga dan harta benda mereka masih terus berlangsung dengan pengawasan ketat.
Tim gabungan telah membentuk Posko dan Satuan Tugas (Satgas) penanganan di lokasi. Sebagai bentuk respon cepat, telah disiapkan lokasi pengungsian di SDN 1 Padasari dan didirikan Dapur Umum (DU) untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Wakil Bupati Tegal telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi untuk memantau perkembangan dan memastikan proses penanganan berjalan optimal.
Kerusakan Infrastruktur dan Potensi Risiko Susulan
Selain perumahan warga, bencana ini turut merusak sejumlah infrastruktur vital. Jalan Desa dan Jalan Kabupaten di Dusun Padareka mengalami kerusakan, mengganggu aksesibilitas. Jembatan Kaligede di Kidangpari juga dilaporkan mengalami kerusakan pada abutment (struktur penopang) dan sayap jembatan, disertai kerusakan talud pada Bendung Irigasi Kidangpari.
Kondisi tanah di lokasi masih aktif dan berpotensi mengalami pergerakan susulan mengingat hujan masih intermitten terjadi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari petugas di lapangan. Tim teknis dari berbagai sektor terkait terus melakukan asesmen dampak menyeluruh untuk menentukan langkah rehab-rekon selanjutnya.
Kebutuhan Mendesak
Berdasarkan hasil asesmen cepat, kebutuhan logistik baik makanan maupun non-makanan serta ketersediaan air bersih menjadi prioritas utama yang dibutuhkan untuk mendukung kesiapsiagaan dan kenyamanan warga terdampak.
BPBD Jawa Tengah bersama BPBD Kabupaten Tegal dan seluruh elemen terkait akan terus bekerja tanpa henti untuk memulihkan kondisi pasca-bencana dan memastikan keselamatan warga.
“Kami mengapresiasi soliditas semua pihak dalam penanganan darurat ini. Keselamatan warga adalah yang utama. Kami terus memantau perkembangan dan berkoordinasi untuk memenuhi kebutuhan mendesak di lokasi,” jelas Koordinator PUSDALOPS-PB BPBD Jawa Tengah.
Kontak Narasumber:
Kepala PUSDALOPS-PB BPBD Provinsi Jawa Tengah
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
PUSDALOPS-PB BPBD Provinsi Jawa Tengah
Telepon: [Nomor Telepon Kantor]
BRAVO MAWAR HIJAU!
Siap Siaga, Tangguh, Bersatu.dan peduli